16 Desember 2015

Dana Insentif Daerah Banyuwangi Meningkat Rp 39,4 Miliar,sebagai Daerah Berprestasi

 Banyuwangi kembali menerima penghargaan dari pemerintah pusat. Kali ini, kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini menerima penghargaan sebagai Daerah Berprestasi Penerima Dana Insentif Daerah (DID). Penyerahan dana insentif ini dilakukan secara simbolis oleh Presiden Jokowi kepada 66 kepala daerah penerima DID di Istana Negara, Senin (14/12). Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pj Bupati Banyuwangi, Zarkasi. 
DID merupakan dan insentif dari pemerintah pusat yang diberikan kepada pemerintah daerah yang memiliki kinerja bagus dalam hal keuangan. Antara lain memiliki laporan keuangan bagus dan pendapatan asli daerah (PAD) besar.
Zarkasi mengatakan Banyuwangi dinilai berhasil atas pengelolaan keuangan daerah dan pencapaian kinerja kesehatan fiskal sehingga layak memperoleh penghargaan ini. Sejumlah capaian di bidang keuangan daerah menjadi dasar penghargaan ini.
Seperti Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK atas laporan keuangan Pemerintah Daerah tiga tahun berturut-turut, penetapan Perda APBD 2015 yang tepat waktu, serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang meningkat.
"Bukan itu saja penilaiannya, pemanfaatan DID kita juga dianggap optimal. Dari alokasi dana itu, sejumlah kinerja pelayanan publik serta kinerja ekonomi dan kesejahteraan rakyat juga dilihat mengalami peningkatan," kata Zarkasi.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Agus Siswanto mengatakan, tahun ini DID Banyuwangi meningkat tajam, yakni menjadi Rp 39,4 milar. "Sebelumnya kita hanya dapat DID berkisar 3 miliar-an. Namun setelah melihat indikator pembangunan Banyuwangi yang meningkat, DID kita dinaikkan," kata Agus.
Ditambahkan dia, pada tahun 2016 terdapat 271 daerah yang memperoleh DID. Dana ini akan diberikan kepada daerah melalui transfer secara bertahap ke kas daerah pada 2016 nanti.
"Insentif ini rencananya akan kami gunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar masyarakat lainnya. Segera kita ajukan kepada Kemetrian Keuangan, peruntukannya," pungkas Agus.  (Humas & Protokol)

Tidak ada komentar: