13 November 2015

Jelang MEA, Masyarakat Banyuwangi Diminta Lakukan Revolusi Mental

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) sudah di depan mata. Saat era pasar bebas ASEAN ini mulai diberlakukan pada akhir tahun ini, tidak hanya barang dan jasa dari berbagai negara ASEAN yang masuk ke Banyuwangi, tapi juga tenaga kerja asing akan mulai berdatangan. Untuk itu, kualitas masyarakat Banyuwangi harus ditingkatkan dengan melakukan revolusi mental sehingga terwujud individu yang berdaya saing.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra saat menjadi nara sumber Seminar dan Talkshow Strategi Penguatan Keluarga Excellent dalam Menghadapi MEA di Hotel Ketapang Indah, Jumat (13/11).
Lebih dalam dikatakan Surya, agar masyarakat mampu bersaing dengan tenaga kerja profesional asing, kompetensi dan karakternya harus diperbaiki. Karakter masyarakat yang masih mudah menyerah, tidak mau bekerja keras, kurang jujur, dan tidak disiplin harus segera dirubah. Caranya dengan menggaungkan dan melakukan revolusi mental kepada seluruh masyarakat. Yakni merubah pola pikir, pola sikap, dan pola bertindak.
“Jika ini sukses dilakukan, maka akan tercipta masyarakat yang berkarakter kuat. Yaitu terwujudnya manusia yang berintegritas, memiliki etos kerja yang tinggi dan mau bergotong royong. Masyarakat yang seperti inilah yang siap menghadapi MEA,” kata Surya.
Pengembangan kualitas masyarakat, lanjut Surya, juga berkaitan erat dengan asupan gizi sebelum anak dilahirkan. Kondisi keluarga juga mempengaruhi kualitas stimulasi dalam lingkungan keluarga dan menciptakan rasa aman bagi tumbuh kembang anak. “Untuk itu, kita juga perlu solusi tepat agar anak Banyuwangi dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, cerdas, tangguh dan mandiri. Individu yang siap berkarya bagi Indonesia dan dunia,” cetus Surya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan (Disperindagtam) Kabupaten Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, menambahkan Pemkab Banyuwangi sudah melakukan sejumlah terobosan untuk mempersiapkan masyarakat menghadapi MEA yang tinggal menghitung hari. Selain melakukan pendampingan kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk peningkatan kualitas produknya. Pemkab melalui diperindagtam  juga memiliki  sebuah program Pesona Desa. “Ini merupakan program peningkatan SDM yang berfokus kepada tiga pilar yakni pemuda, perempuan dan netizen  mengingat tiga pilar ini merupakan ujung tombak kemajuan desa,” ujar Hary. (Humas Protokol) 

Tidak ada komentar: