27 November 2015

Banyuwangi Kembali Peroleh Piala Adipura

Kabupaten Banyuwangi berhasil mempertahankan prestasinya di bidang kebersihan. Untuk ketiga kalinya, Kabupaten The Sunrise of Java ini kembali mendapatkan Piala Adipura secara berturut-turut . Piala ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar kepada Penjabat Bupati Banyuwangi, Zarkasi, Senin malam (23/11) di Gedung Bidakara, Jakarta.

Diraihnya piala Adipura 2015 ini menjadi prestasi yang membanggakan bagi kabupaten ujung timur pulau jawa ini. Karena sebelumnya pada 2011, Banyuwangi pernah dinobatkan sebagai kota terkotor kedua se Jatim. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Banyuwangi yang ikut mendukung pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman. Semua berperan nyata, mulai dari pesapon, tukang sampah, dan yang paling nyata adalah kerja keras semua rakyat dalam mewujudkan budaya bersih di Banyuwangi” kata Zarkasi.
Piala Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota/kabupaten di Indonesia yang berhasil dalam bidang kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Tahun ini penyerahan piala berdasarkan pada empat kategori wilayah penilaian, yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil. Banyuwangi sendiri menjadi penerima penghargaan kategori kota sedang.
“Penghargaan ini kami harapkan bisa menjadi motivasi bagi segenap masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. Jika lingkungan bersih maka Banyuwangi akan semakin nyaman untuk ditinggali. Ini juga akan menjadi salah satu pengungkit daya tarik bagi wisatawan,” kata Zarkasi.
Ditambahkan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Arief Setyawan, tahun ini penilaian untuk memperoleh penghargaan Adipura jauh lebih ketat dari tahun-tahun sebelumnya. Ini mengakibatkan jumlah penerima piala Adipura 2015 jauh berkurang dibandingkan tahun 2014 lalu.
“Kami bersyukur Banyuwangi bisa memperahankan Piala Adipura. Sebab di Jawa Timur saja biasanya hampir semua kabupaten/kota mendapatkan penghargaan ini namun tahun ini hanya 14 daerah saja untuk seluruh kategori,” kata Arief.
Untuk memperoleh piala Adipura 2015, kata Arief di antaranya harus memenuhi beberapa kriteria penilaian. Mulai dari partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan sampah, tersedianya ruang terbuka hijau yang berfungsi bagi masyarakat, dan ketersediaan TPA. Penilaian juga melihat pada kebersihan di sejumlah ruang publik, seperti pasar, jalan, perkantoran, sekolah, sungai serta ketersediaan fasilitas penunjang kebersihan yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
“Penilaian tersebut dilakukan sampai beberapa kali, bahkan tahun ini tim dari kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mengevaluasi langsung dan memverifikasi ke Banyuwangi sampai 3 kali. Bahkan, Sekkab Slamet Kariyono wajib memaparkan langsung tentang pengelolaan kebersihan beberapa waktu lalu di Jakarta,” ujar Arief.
Selain kebersihan di Banyuwangi, tim kementrian juga menilai sejumlah inovasi di Banyuwangi dalam pengelolaan lingkungan. Di antaranya adalah program bank sampah, pengolahan sampah, pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Para tim penilai, lanjut Arief, juga menilai positif program pemda  yang mengapreasiasi kinerja petugas kebersihan dengan memberikan insentif dan asuransi.
"Para THL tersebut secara rutin membersihkan seluruh ruas jalan, sungai dan fasilitas publik 3 kali sehari. Wajar jika kita memberikan perlindungan kepada mereka lewat mengcover mereka dengan asuransi,” cetus Arief.
Saat ini jumlah petugas yang rutin memelihara kebersihan kota Banyuwangi sebanyak 620 orang tenaga harian lepas (THL). Pemkab Banyuwangi sendiri juga telah membangun sebanyak 23 taman yang tersebar di seluruh wilayah. Selain menciptakan ruang terbuka hijau tersebut, taman-taman yang dibangun ini dimaksudkan menjadi ruang-ruang publik untuk berkumpul, berekreasi, dan berkreasi bagi warganya.
Untuk merayakan keberhasilan meraih piala supremasi di bidang lingkungan ini, Pemkab Banyuwangi berencana akan mengarak keliling kota piala ini. Konvoi akan digelar Selasa (24/11) siang hari, langsung setelah mendarat dari Bandara Blimbingsari. Konvoi akan diawali dari Patung Kuda Sobo hingga finish di Taman Blambangan. "Di Taman Blambangan akan digelar perayaan keberhasilan semua rakyat  dalam mempertahankan Piala Adipura kali ketiga ini. Para tokoh bidang kebersihan dan lingkungan hidup akan kami hadirkan pula," pungkas Arief. (Humas Protokol)

Tidak ada komentar: