22 Februari 2016

Relawan Peduli Sampah Turun ke Jalan, Kampanye Diet Sampah

Hari Peduli Sampah Nasional (PSN) yang jatuh pada tanggal 21 Februari diperingati berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali para relawan peduli sampah di Banyuwangi. Ratusan relawan yang merupakan gabungan dari 41 komunitas peduli sampah ini turun ke jalan membersihkan sampah secara bergotong royong di sejumlah jalan protokol di Banyuwangi, Minggu pagi, (21/2).

Dimulai dari Pantai Boom, para relawan sampah ini menyisir jalan menuju Taman Sritanjung, Taman Blambangan, dan kembali ke Pantai Boom. Berbekal ‘senjata’ berupa trash bag dan sarung tangan karet, satu demi satu sampah yang ditemui, mereka pungut.
Sampah itu pun langsung mereka pilah. Mereka membawa dua kantong khusus, untuk sampah organik dan anorganik. Sehingga nantinya mereka tak perlu susah-susah untuk memilahnya lagi.
Salah satu peserta, Guntur Prasetyo terlihat asyik memunguti sampah mengenakan kostum unik. Siswa SMKN 1 Banyuwangi jurusan Rekayasa Perangkat Lunak itu mengikatkan beberapa kantong plastik beraneka warna di tubuhnya. Sambil sesekali menunjukkan papan bertuliskan ‘Mulai Diet Kantong Plastik Sekarang', dia memunguti sampah yang ditemuinya.
Saat ditemui penulis, Guntur bisa menjelaskan dengan gamblang tentang kepeduliannya itu. "Kenapa kok kita harus diet kantong plastik? Indonesia itu pengguna kantong plastik tertinggi nomor dua di dunia setelah China. Ini berbahaya sekali. Apalagi kalau kantong plastik itu sampai dibuang ke laut menjadi makanan ikan yang lalu kita konsumsi. Sangat berbahaya sekali, selain juga partikel plastik tidak bisa terurai hingga ribuan tahun," jelas Guntur dengan bersemangat.
Aktivis  penyelamat lingkungan dari Sea-Soldier Banyuwangi, Putri Agustin Purwaningrum yang turut menggagas acara ini mengatakan, aksi ini bertujuan memahamkan pentingnya peduli akan sampah dan bagaimana mengelolanya agar tak menjadi bencana melainkan justru membawa manfaat bagi kehidupan.
Lewat kegiatan ini, imbuh dia, masyarakat bisa berubah perilakunya. Misalnya untuk mengurangi sampah plastik, mereka yang tadinya biasa membeli minuman mineral dari botol plastik, kini mereka membiasakan minum dengan membawa tumbler (botol minuman yang tak sekali pakai) sendiri.
"Kegiatan ini tak hanya berhenti disini. Tak hanya dilakukan saat peringatan hari peduli sampah saja, tapi juga berkelanjutan. Nantinya setiap bulan, komunitas yang tergabung disini akan rutin melakukan pertemuan dan aksi. Moment ini menjadi starting point bagi kami, " terang Putri.
Dalam acara peringatan PSN ini, juga digelar berbagai acara. Diskusi tentang isu persampahan, deklarasi bebas sampah, dan juga stand up comedy berbahasa Using itu.
Kegiatan para relawan ini serentak dilangsungkan berlangsung di 3 titik, yakni di Pantai Satelit Muncar, Kawasan Gunung Ijen dan Pantai Boom. Relawan yang terlibat di Pantai Boom ada 300 peserta, di Muncar 200 orang, dan Ijen 50 orang. Di kawasan Gunung Ijen, realwan berangkat menyisir sampah dari Paltuding hingga puncak Ijen. (Humas & Protokol)

Tidak ada komentar: