22 Februari 2016

Punya Program Beasiswa Rp 300 Juta, Bupati Anas Silaturahim dengan Anak Penyandang Disabilitas

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menggelar silaturahim dengan berbagai elemen masyarakat di pendopo kabupaten yang juga rumah dinas bupati, Minggu (21/2). Silaturahim ini dihadiri ribuan warga dari berbagai kalangan, termasuk sekitar seratus anak penyandang disabilitas yang diundang secara khusus oleh Anas.

”Khusus untuk anak-anak penyandang disabilitas, saya secara khusus mengundang mereka untuk memberikan semangat sekaligus memberitahukan bahwa Pemkab Banyuwangi akan kembali melanjutkan program pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas, yang salah satunya dialokasikan khusus untuk para penyandang disabilitas,” kata Anas.
Bupati berusia 43 tahun itu menambahkan, beasiswa Banyuwangi Cerdas mengalokasikan secara khusus untuk para penyandang disabilitas. Anak penyandang disabilitas yang memenuhi syarat diberi fasilitas beasiswa kuliah sampai selesai sesuai dengan jurusan yang diminati.
”Tahun ini, alokasi untuk anak-anak penyandang disabilitas sebesar Rp 300 juta yang bisa dimanfaatkan untuk membiayai kuliah mereka,” kata Anas.
Anas mengatakan, beasiswa yang diberikan meliputi biaya pendidikan dan biaya hidup. Bagi anak penyandang disabilitas yang memiliki prestasi apapun baik akademik, seni dan lainnya bisa mendaftar untuk mendapatkan beasiswa ini melalui sekolah dan desa atau lembaga terkait. Beasiswa ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas SDM sekaligus menciptakan akses pendidikan yang sama untuk semua anak.
”Insya Allah akan kami tambah terus. Sebelumnya Rp 150 juta, tahun ini naik jadi Rp 300 juta, dan tahun depan Insya Allah bisa Rp 500 juta,” kata Anas.
Beasiswa anak penyandang disabilitas itu melengkapi beasiswa Banyuwangi Cerdas yang tahun ini dialokasikan Rp 3,75 miliar. Beasiswa itu juga dimanfaatkan untuk membiayai anak-anak muda Banyuwangi berkuliah di berbagai perguruan tinggi.
Selain beasiswa, Pemkab Banyuwangi memfasilitasi pelatihan keterampilan bagi para penyandang disabilitas. Di antaranya yang sudah berjalan adalah pelatihan memijat bagi penyandang tuna netra serta pemberian materi tentang usaha ekonomi produktif. Anas berharap ada sinergi yang baik antara berbagai stakeholder baik pemerintahan daerah maupun pihak swasta dalam membantu penyandang disabilitas Banyuwangi yang jumlahnya mencapai 4.453 orang. ”Upaya intervensi untuk penyandang disabilitas harus melampaui hal-hal yang bersifat amal, tapi sudah wajib berkonsep pemberdayaan, seperti beasiswa, pelatihan, dan penguatan ekonomi," papar Anas.
Salah satu wujud nyata untuk mendorong peningkatan kualitas SDM tanpa terkecuali untuk penyandang disabilitas adalah dengan memperbanyak sekolah-sekolah inklusif yang ditunjang dengan fasilitas dan guru berkompeten. Saat ini Banyuwangi memiliki 122 sekolah inklusif yang menerima 453 siswa penyandang disabilitas. Sekolah itu terdiri atas 29 sekolah PAUD, 44 SD/MI, 26 SMP/MTs, dan 23 SMA/MA/SMK. Sekolah-sekolah tersebut dilengkapi dengan 92 orang guru pembimbing khusus dan sarana prasarana yang aksesibel bagi anak penyandang disabilitas.
 Saat ini, sebanyak 120 orang siswa penyandang disabilitas bersekolah di 29 pendidikan anak usia dini inklusif, 277 orang bersekolah di 29 sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah inklusif, 49 orang bersekolah di 26 sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah inklusif. Hanya jumlah siswa di tingkat SMA/MA/SMK inklusif masih belum sebanyak lembaga yang ada. Tercatat ada 7 orang siswa bersekolah inklusif, padahal jumlah SMA/MA/SMK inklusif mencapai 23 unit. Kebanyakan anak penyandang disabilitas yang memasuki usia SMA/MA/SMK bersekolah di SMA Luar Biasa. Di Banyuwangi sendiri kini ada 39 lembaga pendidikan luar biasa yang meliputi TK Luar Biasa hingga SMA Luar Biasa.
”Kehadiran sekolah-sekolah inklusif tersebut memberi kemudahan bagi anak penyandang disabilitas. Salah satunya, mereka bisa bersekolah yang terdekat dengan rumah. Anak penyandang disabilitas bisa belajar di sekolah reguler, mempelajari mata pelajaran yang sama dan mengikuti semua kegiatan di sekolah tanpa ada diskriminasi,” jelas Anas.
Bupati Anas sendiri hari ini menggelar silaturahim dengan ribuan warga di pendopo yang merupakan rumah dinasnya. Anas tiba di pendopo dari rumah pribadinya dengan disambut  kesenian musik khas Banyuwangi. Alunan rebana dan kuntulan yang rancak mengantarkan Anas menuju pendopo yang ditinggalkannya sejak pertengahan Oktober 2015 lalu seiring habisnya masa jabatan Anas sebagai bupati periode 2010-2015.
Setelah bersilaturahim dan berdialog, warga secara bersama-sama menikmati kuliner khas yang disediakan gratis. Pemkab Banyuwangi memborong dagangan makanan khas sejumlah pedagang makanan.(Humas Protokol)

Tidak ada komentar: