22 Februari 2016

Bupati Anas Jaring Masukan Budayawan Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengundang para budayawan setempat untuk silaturahim sekaligus menjaring masukan untuk penyempurnaan berbagai program pengembangan kebudayaan yang akan dilakukan pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang. Silaturahim digelar Sabtu malam (20/2).

”Ini bagian dari sambung rasa. Budayawan adalah salah satu bagian terpenting dalam upaya membangun daerah. Di Banyuwangi, membangun tanpa pendekatan budaya tidak akan berhasil. Itu kuncinya karena daerah kami ini punya kekayaan budaya sangat besar dengan masyarakat yang tumbuh dalam akar kebudayaan yang sangat kuat sejak dini,” ujar Anas saat dihubungi.
Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Ketua Dewan Kesenian Blambangan Samsudin Adlawi, budayawan Hasnan Singodimayan, Andang C. Y, dan para budayawan lainnya.
Anas menambahkan, dengan berdiskusi, pihaknya ingin menghindari ”birokratisasi kebudayaan” yang justru akan memperkedil program-program kebudayaan, terutama yang diwujudkan dalam program Banyuwangi Festival 2016.
”Kami ingin menghindari apa yang disebut sebagai ”birokratisasi kebudayaan” yang kontraproduktif dalam upaya pembangunan dengan pendekatan budaya. Pengembangan kebudayaan tidak boleh ditentukan oleh negara, oleh birokrasi, tapi harus tumbuh dari akar kebudayaan masyarakat itu sendiri. Kebudayaan masyararakat tidak boleh menjadi subordinat dari program kebudayaan pemerintah,” ujar Anas.
Oleh karena itu, sambung dia, pengembangan program kebudayaan di Banyuwangi harus berbasis pada kultur dan historis masyarakat secara alamiah. ”Misalnya, pertemuan dengan budayawan ini menyepakati bagaimana caranya ada inovasi terhadap tari-tari Banyuwangi, tapi inovasi dengan tetap bersandar akar tari yang lama,” ujar Anas yang merupakan alumnus Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia (UI).
Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) Samsudin Adlawi mengapresiasi silaturahim rutin antara pemerintah daerah dan para budayawan Banyuwangi. Diskusi tersebut cukup produktif untuk terus mengembangkan kebudayaan Banyuwangi. ”Kami berdiskusi dan memberi masukan soal bagaimana program-program pengembangan kebudayaan dari pemerintah daerah bisa selaras dengan akar kebudayaan masyarakat. Budayawan memberi masukan dan pemerintah daerah menerimanya. Ini iklim yang sehat untuk pengembangan kebudayaan ke depan,” kata Samsudin.

Tidak ada komentar: