20 Januari 2016

3.900 Penduduk Miskin Berhasil Dientas

Data kemiskinan tahun 2013 dan 2014 tersebut disampaikan secara resmi perwakilan BPS kepada Penjabat (Pj) Bupati Zarkasi di lounge pelayanan publik kantor Pemkab Banyuwangi kemarin (14/1). Bukan hanya dari sisi persentase penduduk miskin, indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan di kabupaten berjuluk The Sunrise of Java, ini juga mengalami penurunan.<span 1.6em;"="">   
   
Kepala Seksi (Kasi) Statistik Sosial BPS Banyuwangi, Benny Kushariadi, mengatakan jumlah penduduk miskin di Banyuwangi pada tahun 2013 mencapai 151.600 orang atau 9,57 persen di antara total penduduk Bumi Blambangan. Jumlah penduduk miskin tersebut mengalami penurunan menjadi sebanyak 147.700 jiwa atau 9,29 persen pada tahun 2014.
Dikatakan, cutting point garis kemiskinan di Banyuwangi pada tahun 2013 adalah sebesar Rp 276.648 per kapita per bulan. Indikator garis kemiskinan pada tahun 2014 sebesar Rp 285.004 per kapita per bulan. “Ini adalah garis. Mereka yang pendapatan per kapitanya di bawah garis kemiskinan tersebut, berarti dikatakan miskin. Sedangkan yang di atas angka itu berarti sudah bukan kategori miskin,” ujarnya.
Menurut Benny, selain dari segi jumlah penduduk miskin, indeks kedalaman kemiskinan di Banyuwangi juga mengalami penurunan signifikan. Kedalaman kemiskinan yang merupakan ukuran rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan di tahun 2013 sebesar 1,54 turun menjadi 1,38 di tahun 2014
Pun demikian dengan indeks keparahan kemiskinan. Benny menuturkan, indeks keparahan kemiskinan di Banyuwangi semakin baik, yakni dari sebesar 0,37 pada 2013 menjadi 0,33 pada 2014. Indeks keparahan kemiskinan tersebiut memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin tingi ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
Benny menambahkan, salah satu indikator penurunan angka kemiskinan itu bisa dilihat dari konsumsi masyarakat yang semakin baik. “Pendapatan masyarakat yang meningkat juga menjadi salah satu faktor penurunan angka kemiskinan tersebut,” kata dia.  (Humas Protokol)

Tidak ada komentar: