29 Maret 2016

Eksotisme Ijen, Undang Crosser Chris Birch Untuk Taklukkan

Hutan Banyuwangi yang masih alami dan rute pegunungan yang menantang membuat sejumlah crosser asing penikmat adventure off road motor tertarik untuk menjajalnya. Mulai dari Matteo Guerinoni, Roberto d’Auria, dan Chris Birch yang juara dunia menjelajahi alam Banyuwangi selama dua hari mulai Sabtu hingga Minggu (26 – 27/3).
VIDEO Ilustrasi = https://www.youtube.com/watch?v=AjAtSlwDnmc
Event yang diberi nama Black Parade 5 ini diikuti 200 crosser, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Beberapa Expert Enduro asal Italia diundang juga seperti Roberto Spadola, dan Frank Tuorille. Sementara crosser Indonesia yang ambil bagian dalam event ini berasal dari Bali, Kalimantan, Palu, Madura, Jakarta, Malang, Pasuruan dan Medan.
Dikatakan Koordinator Black Parade, Yoyok Nugroho Black Parade adalah event yang digagas para pecinta enduro dirt bike. Digelar kali ke-4, event ini dibuat bukan untuk kompetisi, melainkan untuk menjajal kemampuan masing-masing peserta menaklukkan tantangan alam yang ada.
“Ijen kita pilih karena medannya memang menantang. Mereka pasti terkesan dengan rute di Banyuwangi,” kata Yoyok.
Sementara itu, Chris Birch yang juara dunia dari Selandia Baru mengatakan meski telah menjuarai berbagai kompetisi, bisa menjajal alam Banyuwangi menurutnya adalah tantangan tersendiri. “I heard that the nature here is beautiful with its hot climate. And don’t forget about the difficult obstacle. Hmmm..it will be a lot of fun (Saya dengar Banyuwangi punya alam yang indah dengan udaranya yang panas. Dan jangan lupa dengan tantangannya yang berat. Hmm...pasti menyenangkan) ,” ujar  Birch saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo, Jumat (25/3).
Chris yang memulai skill off road motor bikenya sejak 2007 telah menorehkan berderet prestasi. Di antaranya   juara 8 kali New Zealand Enduro overall champion, tiga kali juara Roof of Africa, tujuh kali naik podium Red Bull Romaniacs.
Matteo Guerinoni presenter MotoGP di salah satu televisi nasional mengatakan hal yang sama. Menjajal track Ijen bakal menjadi tantangan tersendiri buat dia. “Banyuwangi cantik ya. Kotanya bersih, rapi dan tertata. Kelihatannya nyaman. Saya ingin segera menikmati tantangan alam Banyuwangi yang katanya luar biasa,” tukas Matteo.
Black Parade 5 ini akan menjajal rute sejauh 135 Km pada hari pertama (Sabtu/ 26/3). Diawali dari Hotel Mirah melewati Perkebunan Selogiri – Tawonan – Paltuding – Kawah Wurung – Perkebunan Kalibendo – hingga finish di Mirah. Hari Minggu rute yang ditempuh lebih pendek yakni 85 Km dengan start di Kecamatan Licin hingga finish di Perkebunan Kali Klatak. (Humas)

Tidak ada komentar: