Pembalap Terbaik Asia Ancam Juara Bertahan asal Perancis di Tour de Banyuwangi Ijen
06-05-2015
BANYUWANGI – Hari ini, Rabu (6/5/2015), etape pertama
International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 resmi dimulai. ITdBI
tahun ini dijamin lebih seru dan kompetitif. Puncak tantangan mendaki
kaki Gunung Ijen bakal ketat karena rute menuju gunung berapi aktif itu
dibuat lebih pendek agar para pembalap lebih eksplosif saat mendaki
tanjakan penentu kemenangan yang berada di ketinggian 1.871 meter di
atas permukaan laut (mdpl).
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=FBILxKg7OiM
Tahun lalu, etape Gunung Ijen juga ditempatkan pada etape ketiga.
Namun, total jarak tempuhnya mencapai 200 km. Tahun ini, panjang
jaraknya dipersingkat menjadi hanya 123,5 km. Tujuannya, para pembalap
lebih habis-habisan mendaki tanjakan level hors categorie (kategori
tertinggi tanjakan di balap sepeda) tersebut.
Dengan rute yang lebih pendek, tenaga para pembalap tidak akan habis
di jalur datar menuju Ijen. Dengan begitu, tenaga mereka masih besar
saat harus melahap tanjakan yang disebut sebagai salah satu yang
terekstrem di Asia itu. “Pada Tour de Banyuwangi Ijen tahun lalu, para
pembalap akan mengatur speed sebelum mendaki Gunung Ijen karena takut
kehabisan tenaga saat mendaki. Sekarang itu tidak ada lagi. Mereka
mendaki Ijen dengan kekuatan besar. Pemenangnya adalah mereka yang
memiliki power besar, bukan endurance,” kata pelatih berlisensi UCI
(Persatuan Balap Sepeda Internasional) Puspita Mustika.
Tiga etape lainnya tidak kalah seru. Dua etape melintasi tanjakan
turun naik alias rolling. Dengan demikian, balapan tidak hanya milik
penakluk tanjakan (climber) murni. “Climber juga harus memiliki sprint
power, jadi tahun ini menuntut kualitas pembalap dari sisi kecepatan dan
ketahanan,” katanya.
Etape pertama, misalnya. Di jalur sepanjang 167 km tersebut akan ada dua
tanjakan kategori tiga yang berdampingan di kilometer 100. Begitu juga
di etape kedua di mana dua tanjakan kategori empat dan dua berada di
ujung balapan. Sementara itu, balapan di etape keempat sepenuhnya flat
karena selain parade para sprinter juga parade pembalap yang hampir
pasti mengunci gelar.
Balapan tahun ini diikuti 100 pembalap dari 25 negara. Di antaranya,
Prancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Italia,
Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia,
Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia,
Portugal, Taiwan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan.
Mereka tergabung ke dalam 20 tim yang terdiri atas 14 tim luar negeri
(termasuk continental team) dan 6 tim dalam negeri. Tim continental yang
akan berkompetisi di ajang ini di antaranya adalah Tabriz Shadari Team
(Iran), Matrix Powertag (Jepang), Singha Infinite Cycling Team
(Thailand), NSC Sycling Team (Malaysia), Pegasus Continental Cycling
(Indonesia), dan Team 7 Eleven Road Bike Philippines (Filipina).
Untuk kategori juara umum (general classification), juara bertahan Peter
Pouly menjadi unggulan utama. Pembalap Perancis yang tergabung dalam
tim balap sepeda dari Thailand itu tahun lalu menaklukkan tanjakan Ijen
untuk mengklaim gelar pertamanya di ITdBI. Sebagai pembalap yang lama
tinggal di Negeri Gajah Putih tersebut, Pouly tidak bakal kesulitan
dengan cuaca di Banyuwangi. Apalagi, dia mengenal betul tanjakan Ijen.
Meskipun begitu, bukan berarti dia tanpa saingan. Beberapa pembalap
siap mengganggu upayanya mempertahankan gelar. Saingan terberat adalah
Hossein Alizadeh dari Tabriz Shandari Team. Pembalap Iran 27 tahun
tersebut bertipe climber murni. Dia adalah juara Tour de East Java pada
2010.
Dia juga tampil kompetitif saat balapan di dataran tinggi Tour of
Qinghai Lake di Tiongkok dengan meraih posisi ke-9 di general
classification. Prestasi Alizadeh semakin cemerlang ketika di Tour
Qinghai Lake 2012 dia memborong dua kategori langsung, yaitu kategori
tanjakan (King of Mountain) dan kategori pembalap Asia. Dua prestasi
besar itu membuatnya ditahbiskan UCI sebagai pembalap ranking satu Asia.
Alizadeh bakal berusaha kembali mengibarkan bendera Iran di setelah
tahun lalu kekuasaan mereka di ITdBI 2013 direbut Pouly yang berasal
dari Prancis. Seperti diketahui, juara ITdBI 2013 adalah pembalap Tabriz
Petrochemical Mirsamad Pourseyedigolakhour yang juga dari Iran.
Sementara itu, untuk kategori red and white jersey alias kategori
pembalap Indonesia, Bambang Suryadi sebagai juara bertahan bakal
memperkuat BRCC United Bike Banyuwangi. Namun, dia akan mendapat
perlawanan keras dari raja tanjakan Indonesia Tonton Susanto dan
pembalap muda Aiman Cahyadi.
Tonton tampil bersama timnas balap sepeda Indonesia. Sementara itu,
Aiman tampil bersama Pegasus Continental Cycling Team. Dua pembalap beda
generasi dengan kemampuan climbing yang luar biasa itu akan saling
bunuh untuk meraih