11 Mei 2019

Kuliner Kopyor Roti, Menu Khas Bulan Ramadhan di Banyuwangi

Dikenal dengan beragam kuliner lokalnya, Banyuwangi ternyata juga memiliki makanan khas yang disajikan saat bulan Ramadan. Salah satunya, kue Kopyor Roti.
Kopyor roti terbuat dari roti tawar dipadu bihun yang disiram santan kelapa dan dibungkus daun pisang. Rasanya yang manis, kue ini biasanya menjadi santapan takjil untuk berbuka puasa warga Banyuwangi.
Sepanjang bulan puasa, kue ini sangat mudah ditemukan di antara pedagang makanan. Maklum saja, kue ini menjadi salah satu jajanan takjil yang banyak diburu warga Banyuwangi. Biasanya dijual saat siang hingga sore hari menjelang buka puasa.
Salah satu pembuat kuliner ini adalah Inayatun Robaniah (47). Ditemui di rumah produksinya yang berada di kawasan Singomayan, Kecamatan Banyuwangi, Inayatun terlihat sibuk membuat kopyor roti. Dia mengaku selalu menjual kopyor roti selama bulan puasa.
"Saya jualan kopyor roti ini sudah hampir sepuluh tahun. Awalnya, saya diajarin tetangga pembuat kue ini yang sudah puluhan tahun. Dia menyarankan saya untuk menjual ini, akhirnya saya coba. Hingga kini tiap Ramadan saya membuat kue ini," kata Ina, panggilan akrabnya.
Setiap hari, Ina menghabiskan santan dari 15 kelapa yang bisa menjadi 250 bungkus kopyor. Cara membuatnya, daun pisang sebagai pembungkus diisi dengan air tawar, bihun, nangka dan santan yang dipanaskan. Bungkusan tersebut lalu dikukus selama 15 menit.
"Kue-kue yang matang ini lalu diambil pedagang lain untuk dijajakan keliling. Ada sekitar 10 orang yang menjajakan. Lebih cepat habisnya kalau dijajakan keliling daripada nitip dijual ke orang. Biasanya diambil pukul 14.00, sebelum jam lima sore sudah habis," kata Ina.
Kopyor roti buatan Ina memang menjadi salah satu favorit jajanan tradisional yang diburu warga. Selain murah Rp  2 ribu per bungkus, rasa kopyornya juga nikmat. Manis dan gurih santannya terasa sangat pas. Ina mencampur kopyornya dengan nangka, sehingga rasa manisnya terasa legit.
"Untuk membuat kue ini saya hanya dibantu kakak saya setiap harinya. Selain jual Kopyor Roti, saya juga membuat kue mentuk khas Banyuwangi juga," jelas Ina.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, kue Kopyor Roti ini bisa didapatkan di pedagang takjil yang banyak ditemukan di kota. Terutama di Festival Ramadhan di kawasan Gesibu, yang merupakan pusat jajanan takjil selama bulan Ramadan ini. Selain Kopyor Roti, di Festival Ramadan ini juga banyak ditemukan jajanan dan makanan khas Banyuwangi yang lain.
Ina mengaku mendapat berkah berjualan Kopyor Roti setiap bulan puasa ini. Hasil penjualan kopyor selama satu bulan, kata dia, melebihi pendapatan bulanannya dari hasil menjual gorengan. Sehari-harinya, Ina adalah penjual gorengan.
"Hasilnya lebih banyak jual kopyor dibanding gorengan. Mungkin warga Banyuwangi memang menanti kopyor yang ada saat Ramadan saja, makanya permintaan tinggi. Lumayan untuk nambah modal usaha dagangan kue saya tiap tahunnya," kata Ina dengan sumringah.

20 Oktober 2017

Nadine Chandrawinata Ajak Anak Muda Banyuwangi Tanam Mangrove di Teluk Pangpang

Puluhan anak muda terlihat asyik menyusuri areal Teluk Pangpang, Muncar  yang berlumpur, Minggu (15/10). Tangan mereka masing-masing memegang bibit mangrove. Bibit – bibit mangrove itu  akan mereka tanam di areal konservasi tanaman bakau tersebut.

VIDEO =  https://www.youtube.com/watch?v=8T2XPTQi4Xc

Meski sedikit sulit melangkah di lahan berlumpur, anak-anak muda yang merupakan peserta Meet Up Seasoldier  dan Mangrove Planting itu tak mengeluh sedikit pun. Dengan antusias,  mereka menancapkan bibit mangrove jenis rizhopora di lahan yang telah disiapkan.
Di tengah kerumunan, tampak satu sosok yang tidak asing bagi pecinta adventure, Nadine Chandrawinata. Bersama rekannya , Dinni Septianingrum, Nadine sibuk memandu dan memperkenalkan cara menanam mangrove. Aksi Nadine itu tidak sendiri. Dibantu anggota Seasoldier Banyuwangi, mereka bahu membahu menebar 1000 bibit mangrove yang ada.

“Ini asyik sekali. Sangat bermanfaat, apalagi bagi kami yang awam. Kalau tahu sulitnya kayak gini, kita tentu akan  berpikir ulang untuk  merusak. Jangan bisanya cuma menjadikan tempat ini sebagai tempat selfie aja, tapi harus bisa  ikut menjaga kelestariannya,” ujar Laili Mumtahanah yang baru pertama kalinya menanam mangrove. Laili memperhatikan sungguh-sungguh instruksi yang diberikan  dan berhasil menanamkan bibit mangrove meski berulangkali  terjatuh ke dalam lumpur.
Laili mengaku tertarik untuk mengikuti kegiatan ini setelah melihat instagram Seasoldier yang mengumumkan secara terbuka digelarnya penanaman mangrove di Dusun Tegalrejo, Desa Wringin Putih, Muncar ini. “Begitu tahu, saya langsung mengajak teman-teman saya untuk ikutan. Semua menginap di rumah saya di Kecamatan Tegaldlimo, dan pagi-pagi sekali sudah sampai di Muncar,” kata Laili yang mengajak 4 orang temannya. Mereka berlima tengah menuntut ilmu di Fakultas MIPA, Jurusan Fisika, Universitas Jember.
Nadine Chandrawinata, pendiri Sea Soldier mengaku, aktivitas hari ini yang dilakukannya bersama para pemuda peduli lingkungan ini memenuhi targetnya. “Isu yang kami angkat lewat penanaman mangrove ini adalah memperkenalkan apa dan bagaimana mangrove itu. Yang kami sasar adalah anak-anak muda yang notabene belum pernah menanam mangrove,” kata Nadine.

Mantan Putri Indonesia 2005 ini menilai anak-anak muda Banyuwangi termasuk aktif dalam menyuarakan isu lingkungan, salah satunya di bawah bendera Seasoldier.
“Kami terus men-support agar dalam setiap kegiatan kami, anak-anak belajar komitmen diri. Selain dengan bertanam mangrove ini, kami juga rutin mengajak agar mereka selalu buang sampah pada tempatnya, mengurangi pemakaian sedotan, selalu bawa tumbler kemana-mana, nggak pake stryrofoam dan kalau belanja selalu bawa tas sendiri sehingga nggak perlu pakai tas plastik,” jelasnya.
Poin utamanya, tandas Nadine, bagaimana kita menghidupkan tradisi jaman dulu, dimana nenek moyang kita punya tradisi yang tidak merusak alam. Masyarakat diajarkan untuk ramah lingkungan dan mau belajar mengubah perilaku buruknya terhadap lingkungan. “Ingat lho, Indonesia itu penghasil sampah kedua terbesar di dunia. Berapa juta ton sampah yang dihasilkan per hari. Itu baru dari aspek sampah, belum masalah lingkungan lainnya,” ujar Nadine.
Apa yang digagas Seasoldier ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, Hary Cahyo Purnomo mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk peningkatan kepedulian lingkungan, yang mengajak generasi muda untuk ikut terlibat di dalamnya dan ikut menularkan ‘virus’ tersebut pada masyarakat sekitar.
“Kami berharap akan terjadi perubahan pola pikir masyarakat untuk lebih peduli pada lingkungan. Toh, dampaknya kita pula yang akan merasakan. Salah satunya penanaman mangrove ini yang akan melindungi populasi ikan di perairan kita,” ujar Hary.
Teluk Pangpang ini memiliki luasan 600 hektar. Dulunya tempat ini merupakan lahan mangrove yang kemudian dialihfungsikan  menjadi tambak-tambak. Itu terjadi pada tahun 1980-an. Ketika pengusaha tambak bangkrut , areal ini dibiarkan terbengkalai sehingga menjadi rusak. Akhirnya muncullah sekelompok orang yang tergerak untuk mengembalikan lahan konservasi tersebut seperti sedia kala. Pada tahun 2002/2003, mulailah mereka merintis kembali penanaman bakau di areal tersebut. Kelompok ini menamakan dirinya Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Bangkit Remaja Tegalpare (Baret).
Muhammad Syaironi, Ketua Pokmaswas Baret awalnya mengaku sulit mengajak warga untuk melakukan peremajaan kembali terhadap mangrove. “Butuh kesabaran untuk mengajak mereka. Hanya beberapa gelintir saja yang mau terjun. Tapi lama kelamaan masyarakat mau terlibat dengan sukarela, sebab mereka sadar manfaat yang timbul dengan adanya mangrove. Misalnya produksi ikan, kepiting dan udang yang meningkat pesat,”beber Roni.
Sejak saat itu, masyarakat rutin melakukan peremajaan mangrove di kawasan yang berada di bawah pengelolaan Taman Nasional Alas Purwo dan Perhutani itu. Termasuk melakukan pembibitan sendiri di sana.
Komunitas Sea Soldier Banyuwangi pun membantu melengakpi fasilitas dengan adanya beragam tulisan yang mengajak untuk peduli lingkungan dan tidak buang sampah sembarangan. Serta menyediakan tempat-tempat sampah di pondok-pondok yang berada di jalur trekking mangrove.
Sekarang kawasan konservasi yang dinamakan warga sebagai Panorama Kili-Kili Teluk Pangpang  ini banyak dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana edukasi tentang tanaman bakau. Ada jalur trekking yang dibuat untuk menyusuri areal penanaman bakau.
Tempat ini juga nyaman sebagai arena rekreasi keluarga. Pengunjung bisa menikmati bersantai di bawah hawa sejuk mangrove dan  mengenal aneka satwa khas kawasan mangrove Teluk Pangpang. Seperti burung blekok sawah (Javan pond heron),  jalak penyu (Javan myna), dan aneka warna kepiting. Yakni kepiting  bakau ungu, hijau, dan jingga.
Belakangan, perekonomian warga sekitar juga meningkat. Para istri nelayan mendirikan warung-warung yang ramah lingkungan di sekitar areal wisata mangrove ini.

05 Agustus 2016

Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Konferensi Indonesia Berkebun 2016

Banyuwangi menjadi tuan rumah event berskala nasional, Konferensi ke IV Indonesia Berkebun. Rangkaian kegiatan konferensi  ini akan digelar mulai 5 hingga 7 Agustus 2016 dan dipusatkan di kawasan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, konferensi ini dihadiri anggota komunitas Indonesia Berkebun dari berbagai penjuru nusantara untuk membahas seputar pengembangan urban farming.
“Lewat konferensi ini para penggiat jejaring Indonesia Berkebun  akan berdiskusi, menyamakan persepsi antara satu kabupaten/kota dengan lainnya, termasuk pemikiran para akademisi yang tergabung dalam Indonesia Berkebun. Mereka akan membahas program dan strategi bagaimana menularkan semangat kepada publik untuk menciptakan lahan hijau di lahan perkotaan yang terbatas ini,” kata Arief.
Indonesia Berkebun adalah gerakan komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif untuk lebih peduli kepada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming. Yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan yang diubah menjadi lahan pertanian/perkebunan produktif lewat peran masyarakat sekitar.
Indonesia Berkebun saat ini sudah berkembang di lebih 40 kota dan 8 kampus di Indonesia. Banyuwangi sendiri bergabung dalam komunitas sejak akhir 2014.
"Dengan digelarnya konferensi ini di Banyuwangi tentunya memacu kami warga Banyuwangi untuk senantiasa menciptakan lahan hijau di setiap sudut rumah dan lingkungan sekitar kita. Bahkan kami juga ingin, masyarakat tidak sekaedar menanam tanaman, namun mulai menanam sayuran dan dan buah-buahan di pekarangannya. Selain tentunya organik, dengan hasil kebun sendiri ini juga akan meningkatkan ketahanan pangan kita," kata Arief.
Konferensi kali ini akan diikuti delegasi dari 24 komunitas kabupaten/kota dan 3 perguruan tinggi di Indonesia. Mereka datang dari Fakfak Papua, Pontianak, Balikpapan, Medan, Makasar, dan daerah lain di Pulau Jawa. Juga ada komunitas kampus dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Arief menambahkan, sejumlah rangkaian kegiatan akan mengringi konferensi ini. Dimulai dari tanggal 5 lomba pembuatan taman mini yang diikuti oleh sekolah-sekolah adiwiyata di Banyuwangi. Juga ada pameran pertanian yang diikuti gabungan kelompok tani, Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan; dan Kantor Ketahanan Pangan Banyuwangi. Berbagai teknik penanaman secara sederhana  juga ditampilkan disini, seperti bertanam dengan hidroponik dan aquaponik.
“Penilaian akan dipusatkan di e-park, kawasan GOR Banyuwangi. Jumat siang (5/8), di sana juga akan ada lomba merangkai buah dan sayur oleh ibu-ibu PKK. Baru sabtu (6/8) akan digelar konferensi nasional Indonesia berkebun di lapangan tenis indoor GOR Tawangalun Banyuwangi,” ujar Arief.
E-park merupakan taman kota yang dulunya merupakan lahan tidak produktif. Taman ini dikembangkan di atas lahan seluas 2000 meter persegi. Disebut e-Park, karena fungsinya sebagai sarana ekologi, edukasi dan ekonomi bagi masyarakat.
Arif menambahkan, setiap minggu taman ini dikunjungi orang. Bukan hanya sekadar menikmati tamannya yang hijau, namun banyak kalangan yang datang untuk belajar membuat taman di lahan pekarangannya.
Maklum saja, di taman ini kita disuguhkan pemandangan bagaimana sebuah lahan terbatas bisa dimanfaatkan menjadi taman yang asri. Mulai dari tanaman hidroponik, pengelolaan terintegrasi kotoran ternak menjadi pupuk tanaman, hingga cara memelihara tanaman organik.
"Taman ini juga kita lengkapi cafe, yang sejumlah menunya merupakan hasil berkebun e-park ini," pungkas Arief. (humas)

01 April 2016

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi Dipuji Banyak Pembalap

Jelang laga kompetisi Banyuwangi Internasional BMX, para pembalap BMX terus mengasah kemampuannya di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi. Mereka terus berlatih menjajal lintasan yang merupakan sirkuit terbaik di Indonesia
.
Pelatih timnas BMX Dadang Haries Purnomo mengatakan timnas BMX Indonesia menerjunkan 3 atlet pelatnas yakni Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin dan Rio Akbar. Ketiganya kompak berlatih serius menghadapi kompetisi Banyuwangi Internasional BMX pada 2-3 April, besok yang akan digelar di Sirkuit Muncar. Khususnya bagi Elga dan Toni kompetisi ini jadi kesempatan untuk mengejar poin tambahan agar bisa lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
“Timnas yang turun di kompetisi ini memang atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade. Kesempatan bagi mereka untuk menambah poin,” ujar Dadang.
Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 37, sedangkan Toni berada di urutan 78.
Puluhan pembalap pun asal Indonesia dan Jepang selama seminggu terus berlatih menjajal Sirkuit Muncar ini. Mereka, kata Dadang, sengaja datang lebih awal ke Banyuwangi untuk mengetahui tingkat kesulitan medan yang akan mereka tempuh.
Sirkuit Muncar ini memang digarap mengacu pada standar UCI, sehingga setiap tracknya menyesuaikan dengan sirkuit internasional lainnya. Seperti yang dituturkan Elga Kharisma. Pembalap asal Malang ini mengatakan sirkuit muncar ini tingkat kesulitannya sudah technical. Ini jarang ditemui dan menurutnya terbagus di Indonesia.
Hal yang sama juga dikatakan Tony Syarifudin. Atlet timnas Indonesia asal Solo ini menilai sirkuit Muncar ini cukup menantang, terutama track-nya. "Kami latihan bareng terus, termasuk dengan Takamasa Sampei, Rio Akbar dan Elga Kharisma. Dengan berlatih bersama, kami jadi bisa mengukur kemampuan lawan," pungkas Tony.
Sementara itu, Takamasa Sampei (24) pembalap BMX asal Jepang mengaku sirkuit Muncar ini cukup menantang dan sekelas dengan sirkuit berkelas internasional lainnya. "Sirkuit BMX di Muncar ini punya banyak obstacle yg menantang dan cukup sulit," ujar Taka sudah berada di Banyuwangi selama 1 minggu. Taka yg akan turun di kategori Man Elite, datang bersama rekan sesama pembalapnya , Sohta Akaogi.
Ditambahkan Dadang, dari sisi penyelenggaraan kejuaraan internasional BMX ini sempat mendapat pujian dari sejumlah peserta. Menurut mereka, imbuh Dadang, kejuaraan di sini dibuat layaknya standar internasional. Mulai dari penataan tempat sirkuit, staging area, paddock, hingga shopping centre.
"Mereka bilang penyelenggaraannya sudah style internasional, sudah seperti world race katanya. Apalagi ada yang menjual apparel di sini," kata Dadang.
International BMX Competition ini merupakan rangkaian agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016 dan terdaftar dalam kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Pada helatannya yang perdana ini, setidaknya 328 peserta dari dalam dan manca negara akan saling beradu kehandalan. Antara lain Malaysia, Thailand, Timor Leste, Denmark, Australia, Jepang, dan Swiss. (humas)

328 Pembalap Tanah Air dan Manca Negara Siap Berlaga di Kejuaraan Internasional BMX Banyuwangi

Jelang sehari kejuaraan internasional BMX di Banyuwangi, semua peserta manca negara telah berdatangan ke Banyuwangi. Termasuk dua kandidat jawara, Jimmy Therkelsen (Denmark), dan Takamasa Sampei (Jepang). Takamasa dan tim MAlaysia bahkan telah seminggu berada di Banyuwangi untuk berlatih di lintasan Sirkuit Muncar ini.
International BMX Compet
ition merupakan rangkaian agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016 dan terdaftar dalam kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Digelar pada 2 - 3 April mendatang, pada helatannya yang perdana ini setidaknya diikuti 328 peserta dari dalam dan manca negara. Antara lain Swiss, Malaysia, Thailand, Timor Leste, Denmark, Australia, Jepang, dan Swiss.
Takamasa Sampei (24) pembalap BMX asal Jepang mengaku sirkuit Muncar ini cukup menantang dan sekelas dengan sirkuit berkelas internasional lainnya. "Sirkuit BMX di Muncar ini punya banyak obstacle yg menantang dan cukup sulit," ujar Taka sudah berada di Banyuwangi selama 1 minggu. Taka yg akan turun di kategori Man Elite, datang bersama rekan sesama pembalapnya , Sohta Akaogi.
Takamasa setiap hari menjajal lintasan di Sirkuit Muncar ini. Bersama 3 atlet pelatnas BMX Indonesia, Takamasa selalu berlatih bersama. Tiga atlet andalan Indonesia adalah Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin dan Rio Akbar.
"Kami latihan bareng terus, termasuk dengan Takamasa Sampei, Rio Akbar dan Elga Kharisma. Dengan berlatih bersama, kami jadi bisa mengukur kemampuan lawan," ujar Tony Syarifudin, atlet timnas Indonesia asal Solo.
Jumat pagi ini (1/4), sejumlah atlet manca negara direncanakan memulai latihan sebelum kompetisi dimulai. Termasuk Jimmy Therkelsen, pembalap pro BMX asal Denmark. "Dia datang semalam bersama manajernya. Rencananya siang ini akan mulai latihan. Yherkelsen ini bagi para pembalap asing yang turut berlaga di sini dianggap sebagai rival terberat mereka," ujar Dadang Haries Purnomo, race director kejuaraan internasional ini.
Therkelsen baru saja berlaga di kejuaraan BMX Internasional di Argentina. "Dia belum sempat pulang ke negaranya. Dari Argentina langsung terbang ke Banyuwangi. Antusias sekali ikut kejuaraan ini," ujar Dadang, yang juga pelatih timnas BMX. 
Sementara Indonesia sendiri menurunkan 3 atlet pelatnas yakni Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin dan Rio Akbar. Ketiganya kompak berlatih serius menghadapi kompetisi Banyuwangi Internasional BMX pada 2-3 April. Khususnya bagi Elga dan Toni kompetisi ini jadi kesempatan untuk mengejar poin tambahan agar bisa lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
“Timnas yang turun di kompetisi ini memang atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade. Kesempatan bagi mereka untuk menambah poin,” ujar Dadang.
Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 37, sedangkan Toni berada di urutan 78. (humas)

Kantor Unit Layanan Paspor & Visa Segera Berdiri di Banyuwangi

Banyuwangi segera memiliki kantor layanan pengurusan paspor dan visa. Ini seiring dengan berkembangnya Banyuwangi menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati turis.
"Karena Banyuwangi sekarang salah satu destinasi wisata di Tanah Air. Bila sebelumnya wisatawan datang langsung ke Bali, sekarang mulai banyak turis datang ke Banyuwangi," ‎kata Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Ronny F Sompie saat meninjau kantor baru pelayanan imigrasi di Jalan Lingkar Ketapang, Banyuwangi, Kamis sore (31/3).
Ronny menambahkan, pembuatan kantor layanan paspor dan visa di Banyuwangi ini, karena  ‎pihaknya berupaya lebih mendekatkan pelayanan, dan memberi yang terbaik bagi masyarakat. Sebelumnya, masyarakat Banyuwangi yang hendak mengurus paspor dan visa harus dilakukan di Kantor Imigrasi Kelas II Jember, atau Bali.
Tak hanya itu, kata Ronny, dengan adanya kantor unit pelayanan keimigrasian di Banyuwangi ini, juga dimaksudkan untuk pengawasan lebih ketat terhadap turis-turis asing yang masuk ke Indonesia. ‎‎
"Kita berupaya memberi layanan ‎terbaik, sekaligus mengawasi orang asing. Yang bermanfaat kita terima, yang tidak kita tolak, bahkan kita deportasi. Tentu pelayanannya sesuai undang-undang keimigrasian," tegasnya mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini.
Menurutnya, upaya ‎pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, adalah bagaimana kecermatan dan ketelitian dilakukan secara maksimal.
"Imigrasi adalah pelayanan terdepan bagaimana kita meneliti identitas paspor yang benar. Dengan pelayanan ini kita bisa lebih cepat, untuk pengecekan identitas pemohon. Jangan sampaai dia (pemohon) jadi korban trafficking, karena identitasnya ternyata tidak benar," paparnya.
Ronny yang didampingi Dirjen Peraturan Perundang-Undangan, Widodo Ekatjahjana itu juga mengaku, kedatangannya ke Bumi Blambangan, sengaja untuk melakukan pengecekan langsung kesiapan pembangunan satu unit layanan pengurusan visa dan paspor bagi masyarakat.
"Ini untuk lebih mendekatkan pelayanan keimigrasian. Orang Banyuwangi dan Situbondo yang ingin mengurus paspor, jadi tidak perlu jauh-jauh ke Jember atau ke Bali lagi," katanya lagi.
Kata dia, pembuatan unit layanan permohonan paspor dan perpanjangan visa di Banyuwangi ini, merupakan langkah awal. "‎Ini langkah awal, suatu saat nanti akan menjadi cikal bakal membuat kantor di Banyuwangi."
Sekadar tahu, sejak 2015 lalu, Dirjen Imigrasi Kemenkum HAM, mencanangkan pembuatan lima unit kantor layanan di tiap tahunnya. Capaiannya hingga 2019, sudah harus ada 25 kantor unit pelayanan.
"‎Pertimbangan pembukaan layanan di lokasi baru ini, volume pelayanan sangat besar karena animo pelayanan pembuatan paspor yang dilayani Kantor Imigrasi banyak. Kedua ada beban wilayah. Misalnya di Jember. Terlalu jauh jika melayani di Banyuwangi, sehingga itu menjadi pertimbangan," tandasnya.
Sementara Kepala Imigrasi Kelas II Jember, Rudi Hara mengaku menyambut baik pembuatan kantor layanan di Banyuwangi ini. "Banyuwangi menjadi satu bagian untuk dijadikan unit layanan paspor. Kita siap memberi pelayan. Sehingga optimalisasi bisa berjalan dan bisa dirasakan masyarakat," katanya. ‎(humas)

Indonesia Turunkan 3 Atlet Pelatnas dalam Kejuaraan Internasional BMX di Banyuwangi

Jelang laga kompetisi Banyuwangi Internasional BMX, para pembalap BMX terus mengasah kemampuannya di Sirkuit BMX Muncar. Salah satunya tim nasional (timnas) BMX Indonesia yang rutin menggeber latihan sejak kedatangannya di Banyuwangi satu minggu lalu.

Pelatih timnas BMX Dadang Haries Purnomo mengatakan timnas BMX Indonesia menerjunkan 3 atlet pelatnas yakni Elga Kharisma Novanda, Tony Syarifudin dan Rio Akbar. Ketiganya kompak berlatih serius menghadapi kompetisi Banyuwangi Internasional BMX pada 2-3 April, besok yang akan digelar di Sirkuit Muncar. Khususnya bagi Elga dan Toni kompetisi ini jadi kesempatan untuk mengejar poin tambahan agar bisa lolos ke Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
“Timnas yang turun di kompetisi ini memang atlet pelatnas yang dipersiapkan untuk mengikuti Olimpiade. Kesempatan bagi mereka untuk menambah poin,” ujar Dadang.
Elga dan Toni menjadi dua atlet BMX yang diharapkan bisa lolos Olimpiade 2016. Di level atlet elite putri dunia, Elga saat ini masih berada di peringkat 37, sedangkan Toni berada di urutan 78.
Dadang mengatakan, pada kompetisi ini timnas Indonesia akan menghadapi kompetisi yang sengit, khususnya pada kategori Man Elite. Sebab pebalap BMX profesional dunia asal Denmark, Jimmy Therkelsen akan ikut berlomba. Nama ini diprediksi bakal menjadi kandidat juara di kategori profesional pria ini.
"Kami harap Tony bisa dapat poin di sini, mengingat selain Denmark, masih ada Thailand, Jepang, dan Australia yang juga saingan beratnya. Kalau Elga, kita optimis di woman elite bisa curi poin," ujar Dadang.
Puluhan pembalap pun asal Indonesia dan Jepang selama seminggu terus berlatih menjajal Sirkuit Muncar ini. Mereka, kata Dadang, sengaja datang lebih awal ke Banyuwangi untuk mengetahui tingkat kesulitan medan yang akan mereka tempuh.
Terkait tingkat kesulitan sirkuit, kata Dadang, baru kali ini Indonesia punya Pro Section yang cukup besar. Pro section adalah gundukan-gundukan tinggi berlapis semen, yang jumlahnya ada 3 jump.
"Biasanya pembalap BMX berlatih di sirkuit yang selama ini tinggi Pro Section hanya 3 meter. Di Muncar ini sudah 5 meter, sama dengan sirkuit di luar negeri. Ini sangat menguntungkan bagi atlet kita saat bertandang ke luar negeri, karena mereka akan terbiasa dengan ketinggiannya," ujar Dadang.
Sirkuit Muncar ini memang digarap mengacu pada standar UCI, sehingga setiap tracknya menyesuaikan dengan sirkuit internasional lainnya. Seperti yang dituturkan Elga Kharisma. Pembalap asal Malang ini mengatakan sirkuit muncar ini tingkat kesulitannya sudah technical. Ini jarang ditemui dan menurutnya terbagus di Indonesia.
Hal yang sama juga dikatakan Tony Syarifudin. Atlet timnas Indonesia asal Solo ini menilai sirkuit Muncar ini cukup menantang, terutama track-nya. "Kami latihan bareng terus, termasuk dengan Takamasa Sampei, Rio Akbar dan Elga Kharisma. Dengan berlatih bersama, kami jadi bisa mengukur kemampuan lawan," pungkas Tony.
Sementara itu, Takamasa Sampei (24) pembalap BMX asal Jepang mengaku sirkuit Muncar ini cukup menantang dan sekelas dengan sirkuit berkelas internasional lainnya. "Sirkuit BMX di Muncar ini punya banyak obstacle yg menantang dan cukup sulit," ujar Taka sudah berada di Banyuwangi selama 1 minggu. Taka yg akan turun di kategori Man Elite, datang bersama rekan sesama pembalapnya , Sohta Akaogi.
International BMX Competition ini merupakan rangkaian agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016 dan terdaftar dalam kalender Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste International/UCI). Pada helatannya yang perdana ini, setidaknya 328 peserta dari dalam dan manca negara akan saling beradu kehandalan. Antara lain Malaysia, Thailand, Timor Leste, Denmark, Australia, Jepang, dan Swiss. (humas)

Bandara Banyuwangi Segera Bisa Diterbangi pada Malam Hari

Bandara Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, segera bisa diterbangi pada malam hari. Rapat penyiapan penerbangan malam hari tersebut telah digelar di Kantor Otoritas Bandara Juanda, Sidoarjo, Rabu malam (30/3), yang berakhir pukul 22.30 WIB.

"Alhamdulillah, kami telah rapat dengan semua stakeholder penerbangan. Ini adalah kabar bagus. Ada maskapai yang ingin terbang pada malam hari, sehingga frekuensi penerbangan semakin banyak untuk menunjang pengembangan wisata dan ekonomi. Saat ini ada tim kecil yang menindaklanjuti hal-hal teknis. Banyuwangi berterima kasih kepada Kementerian Perhubungan, AirNav, dan Pemprov Jawa Timur yang terus mendukung pengembangan daerah," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat dihubungi.
Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono, Direktur Teknik Navigasi Penerbangan AirNav Lukman Laisa, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Yuli Hastono, jajaran pejabat Kementerian Perhubungan, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. AirNav sendiri adalah perusahaan umum milik negara yang menjadi penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di seluruh bandara.
Anas mengatakan, dengan penambahan frekuensi tersebut, sektor pariwisata dan dunia usaha bisa terus berkembang karena aksesibilitas semakin mudah. Hal ini pararel dengan berbagai pengembangan wisata di daerah itu. "Infrastruktur ke beberapa taman nasional akan diperbaiki pemerintah pusat. Alhamdulillah, Jumat besok (1/4/2016) kami dipanggil pemerintah pusat untuk membahas hal itu. Event wisata internasional juga semakin rutin digelar," kata Anas.
Geliat bisnis dan pariwisata di Banyuwangi tecermin dari lonjakan penumpang di Bandara Blimbingsari yang mencapai hampir 1.250 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 100.105 penumpang (2015). Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung di Banyuwangi pada tahun ini ditargetkan mencapai 50.000 orang, naik dibanding tahun lalu yang sekitar 40.000 orang. Adapun wisatawan domestik ditargetkan bisa menembus 2 juta orang dari posisi tahun lalu sebesar 1,7 juta. Jumlah wisatawan ini diverifikasi dari data hotel dan pengelola destinasi wisata.
Anas menambahkan, pengembangan Bandara Blimbingsari juga didukung sejumlah upaya pemerintah daerah, seperti pembuatan jalan tembus sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 50 meter, jalan lingkar untuk memudahkan akses, dan penyiapan SDM kebandaraan melalui Politeknik Negeri Banyuwangi.
"Kami juga sudah mengurung lokasi sekitar bandara dengan tata ruang yang khusus. Agar lansekap sekitar bandara tetap sawah dan hijau, siapa pun yang mengajukan IMB pendirian bangunan di sekitar bandara tidak kami izinkan. Ini agar lokasi sekitar bandara tertata," kata dia.
Direktur Operasi AirNav Wisnu Darjono mengatakan, secara teknis dengan infrastruktur alat yang ada sekarang, Bandara Banyuwangi sebenarnya sudah bisa diterbangi malam hari. Hanya saja, untuk mencapai tahap yang ideal, diperlukan pemasangan instrument landing system (ILS) yang di antaranya membutuhkan ketersediaan lahan. Selain itu, diperlukan penambahan SDM untuk menunjang operasional pada malam hari.
"Kami siap menyediakan ILS dengan beberapa persyaratan teknis yang akan dibahas lebih lanjut dengan operator bandara, maskapai, dan pemerintah daerah," kata Wisnu.
Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Banyuwangi Ali Ruchi menambahkan, pemerintah daerah siap mendukung infrastruktur penunjang agar bandara bisa beroperasi malam hari. Misalnya, lahan untuk perempatan alat ILS yang membutuhkan lahan di dua lokasi masing-masing seluas 225 meter. Lahannya telah disurvei oleh AirNav Indonesia pada 25-27 Maret lalu, yaitu di sekitar bandara dan kawasan Singojuruh.
"Dalam satu pekan ini, kami juga menggelar koordinasi lagi dengan operator bandara, maskapai, dan perwakilan AirNav untuk membahas langkah teknisnya," kata Ali Ruchi. (humas)

Desa di Banyuwangi Ini Miliki Sirkuit BMX Terbaik di Indonesia

Kabupaten Banyuwangi akan menggelar International BMX Competition 2016 pada 2 - 3 April mendatang. Kompetisi itu akan dilaksanakan di Sirkuit Muncar, Banyuwangi,  sirkuit BMX terbaik yang ada di Indonesia.

Meski baru setahun dibangun, Sirkuit Muncar yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi ini merupakan sirkuit terbaik di Indonesia. Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sepeda Sport Indonesia  (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari. ISSI adalah federasi olahraga yang menaungi segala macam jenis olahraga berbasis sepeda.
Menurut Raja Sapta, dibandingkan daerah lain di Indonesia, tingkat kesulitan lintasan sepeda di Banyuwangi jauh lebih bagus. Sirkuit ini dibangun sesuai standar internasional dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (Union Cycliste Internationale/UCI).
“Sirkuit BMX Muncar ini dibangun sesuai dengan kriteria seperti yang distandarkan oleh UCI. Di antaranya panjang dan kemiringan lintasan, serta tinggi tanjakan. Sirkuit di Banyuwangi adalah satu-satunya sirkuit BMX di Indonesia yang memenuhi standar internasional dari UCI,” kata Raja Sapta.
Oleh karena itu, sambung dia, pelatihan nasional BMX yang digelar PB ISSI dipusatkan di Banyuwangi.
Raja Sapta mengatakan, Indonesia saat ini baru memiliki 3 sirkuit BMX, yakni di Siak, Yogyakarta, dan terbaru ada di Banyuwangi. ”Siak sudah lama, tapi tingkat kesulitannya beda dengan Banyuwangi,” ujar Raja Sapta.
Sirkuit BMX Muncar merupakan sirkuit milik Pemkab Banyuwangi yang mulai dibangun 2015 dengan anggaran mencapai Rp. 2 miliar. Sirkuit yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare ini akan dijadikan sebagai tempat perhelatan kejuaraan MBX Internasional C1 Race pada 2-3 April mendatang. Sebelumnya, sirkuit ini juga digunakan pada pergelaran Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) V tahun 2015 saat  Banyuwangi menjadi tuan rumahnya.
Kepala Dinas PU Cipta Karya Banyuwangi, Mujiono, menuturkan, pengerjaan sirkuit dilakukan sangat detail. Selama pengerjaannya, Pemkab Banyuwangi selalu berkonsultasi dengan UCI agar hasilnya benar-benar sesuai standar. “Mulai awal pembangunan, kami memang selalu meminta pendampingan dari UCI,” kata Mujiono.
Sirkuit BMX Muncar memiliki lintasan sepanjang 350 meter dengan lebar yang bervariasi, yakni 10 meter untuk single dan 12 meter untuk double. Lintasan tersebut memiliki 17 tanjakan (jumping) dengan ketinggian yang bervariasi, mulai 0,5 meter hingga 2,25 meter, dengan sudut kemiringan 75 derajat. ”Semua itu harus diukur secara cermat, tidak boleh kurang atau lebih karena akan berpengaruh pada keselamatan atlet,” cetus Mujiono.
Terkait persiapan pelaksanaan kejuaraan Internasional BMX 2016 pada awal April mendatang, kata Mujiono, pihaknya telah melengkapi infrastruktur penunjang sirkuit.  Sejak beberapa bulan yang lalu, telah dilakukan penataan lansekap dengan penanaman rumput di tepi lintasan sirkuit yang bertujuan untuk pengamanan.
Pemkab Banyuwangi juga melakukan pavingisasi, pembuatan tribun penonton, toilet, lampu penerangan dan pagar hidup untuk pengamanan lingkungan di sekitar sirkuit. Tak lupa, ruang meeting  dan ruang penempatan material sepeda juga telah digarap.
“Mengingat ini adalah event internasional, jalan masuk menuju sirkuit juga telah di-hotmix demi kenyamanan peserta dan penonton. Setelah kejuaraan, jalan bagus itu bisa memperlancar mobilitas orang dan barang sehingga menggerakkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (humas)

29 Maret 2016

Taman nasional baluran, afrika kecil diujung timur pulau jawa

Taman Nasional Baluran adalah salah satu Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia.
 VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=AlKvUsRiG6U
Nama dari Taman Nasional ini diambil dari nama gunung yang berada di daerah ini, yaitu Gunung Baluran. Gerbang untuk masuk ke Taman Nasional Baluran berada di 7°55'17.76"S dan 114°23'15.27"E. Taman nasional ini terdiri dari tipe vegetasi sabana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Tipe vegetasi sabana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran yakni sekitar 40 persen dari total luas lahan.


Berdasarkan SK. Menteri Kehutanan No. 279/Kpts.-VI/1997 tanggal 23 Mei 1997 kawasan TN Baluran ditetapkan memiliki luas sebesar 25.000 Ha.
Sesuai dengan peruntukkannya luas kawasan tersebut dibagi menjadi beberapa zona berdasarkan SK. Dirjen PKA No. 187/Kpts./DJ-V/1999 tanggal 13 Desember 1999 yang terdiri dari:[2]


  1. zona inti seluas 12.000 Ha.
  2. zona rimba seluas 5.537 ha (perairan = 1.063 Ha dan daratan = 4.574 Ha).
  3. zona pemanfaatan intensif dengan luas 800 Ha.
  4. zona pemanfaatan khusus dengan luas 5.780 Ha, dan zona rehabilitasi seluas 783 Ha.
  5.  

Pos Pantau Gunung Api Raung Ds Sumber Arum Songgon Banyuwangi

Memantau aktivitas pos pengamatan Gunung Api Raung di Dusun Mangaran, Desa Sumber Arum, Kecamatan Sanggon, Kabupaten Banyuwangi. Pakde Karwo didampingi Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas.
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=8Sz2Q6rYHTM
Selain melakukan pemantauan, gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan kebutuhan dalam penanan bencana Gunung Raung. Pakde Karwo bersama Bupati Banyuwangi tiba di pendopo Kecamatan Songgon sekitar pukul 09.00 WIB.
Di Pendopo ini, Pakde Karwo mendengarkan pengarahan dari BPBD Kabupaten Banyuwangi serta langkah-langkah dalam penanganan bencana letusan gunung raung.
Dari tempat tersebut langsung beranjak menuju pos pantau sekira 20 kilometer dari lokasi tersebut.
Menurut Pakde Karwo, dalam penanganan bencana ini Pemprov Jatim telah melakukan sejumlah langkah-langkah. Salah satunya adalah gladi posko yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten.
"Aktivitas gunung Raung memang demikian. Bisa dibilang ini adalah siklus lima tahunan. Gladi Posko ini untuk mengetahui bagaimana langkah warga ketika bencana itu terjadi dan dilakukan setiap bulan September

Eksotisme Pantai Bama di Taman Nasional Baluran

Siapa sangka jika dibalik eksotiknya Taman Nasional Baluran menyimpan sebuah pantai cantik dan indah bernama Pantai Bama.

VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=V9vtTYBZtRE
Taman Nasional Baluran, Taman Nasional di Indonesia yang terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi (sebelah utara), Jawa Timur, Indonesia.
Taman Nasional Baluran sendiri merupakan sebuah taman nasional dengan topologi yang beragam. Taman nasional ini terdiri atas daratan dan lautan yang menghasilkan perpaduan alam yang menakjubkan.

Pantai Bama sendiri menjadi destinasi favorit ditengah Taman Nasional Baluran yang sebagian luas wilayahnya dihuni oleh utan mangrove, hutan musim, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun.
Pantai Bama tidak terlalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Namun bukan berarti pantai ini harus dilewatkan. Daya tarik dari pantai ini selain pasir putih serta air lautnya yang bersih adalah suasana natural yang sangat terasa.Pemandangan dunia bawah laut di Pantai Bama ini terlihat sangat indah dengan banyaknya terumbu karang serta ikan hias. Dengan ombak yang cukup tenang Anda bisa melakukan snorkeling untuk melihat-lihat keindahan dunia bawah laut di Pantai Bama.
Selain itu, keindahan pemandangan sunrise atau matahari terbit di Pantai Bama menjadi incaran para wisatawan. Jika beruntung Anda juga akan bisa melihat hewan-hewan liar seperti biawak, lutung serta berbagai macam jenis burung.

Beberapa fasilitas disediakan untuk wisatawan seperti kamar bilas, tempat makan dan tempat istirahat. Untuk mencapai lokasi Pantai Bama, Anda harus menempuh perjalanan sekitar 15 km dari pintu gerbang Taman Nasional Baluran.

Kuburan China Jadi Alternatif Tempat Santai,Banyuwangi

Kuburan China Banyuwangi
VIDEO Banyuwangi City Kuburan = https://www.youtube.com/watch?v=GP4GdHUUwX8
Video Pedotan City Kuburan          = https://www.youtube.com/watch?v=d1E85i5uk04
VIDEO Srono City Kuburan          = https://www.youtube.com/watch?v=IeYS75h2uX0



Air Terjun Telunjuk Raung 2016 - Mangaran Sumberarum Banyuwangi,Wisata Baru

Air terjun Telunjuk Raung semakin diminati warga. Air terjun itu berada di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.
VIDEO =  https://www.youtube.com/watch?v=hHKyVtZex10
Dengan berkembangnya air terjun baru itu, berarti di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon,  kini ada tiga air terjun.
Selain  air terjun Telunjuk Raung, dua air terjun lain adalah Air Terjun  Li der di Dusun Bejong, Desa Sumberarum, dan Air Terjun Selendang Arum, di Dusun Sempol, Desa Sumberarum. Lokasi air terjun Telunjuk Raung  berada di kaki Gunung Raung, tepatnya di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum.

Eksotisme Ijen, Undang Crosser Chris Birch Untuk Taklukkan

Hutan Banyuwangi yang masih alami dan rute pegunungan yang menantang membuat sejumlah crosser asing penikmat adventure off road motor tertarik untuk menjajalnya. Mulai dari Matteo Guerinoni, Roberto d’Auria, dan Chris Birch yang juara dunia menjelajahi alam Banyuwangi selama dua hari mulai Sabtu hingga Minggu (26 – 27/3).
VIDEO Ilustrasi = https://www.youtube.com/watch?v=AjAtSlwDnmc
Event yang diberi nama Black Parade 5 ini diikuti 200 crosser, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Beberapa Expert Enduro asal Italia diundang juga seperti Roberto Spadola, dan Frank Tuorille. Sementara crosser Indonesia yang ambil bagian dalam event ini berasal dari Bali, Kalimantan, Palu, Madura, Jakarta, Malang, Pasuruan dan Medan.
Dikatakan Koordinator Black Parade, Yoyok Nugroho Black Parade adalah event yang digagas para pecinta enduro dirt bike. Digelar kali ke-4, event ini dibuat bukan untuk kompetisi, melainkan untuk menjajal kemampuan masing-masing peserta menaklukkan tantangan alam yang ada.
“Ijen kita pilih karena medannya memang menantang. Mereka pasti terkesan dengan rute di Banyuwangi,” kata Yoyok.
Sementara itu, Chris Birch yang juara dunia dari Selandia Baru mengatakan meski telah menjuarai berbagai kompetisi, bisa menjajal alam Banyuwangi menurutnya adalah tantangan tersendiri. “I heard that the nature here is beautiful with its hot climate. And don’t forget about the difficult obstacle. Hmmm..it will be a lot of fun (Saya dengar Banyuwangi punya alam yang indah dengan udaranya yang panas. Dan jangan lupa dengan tantangannya yang berat. Hmm...pasti menyenangkan) ,” ujar  Birch saat diterima Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Pendopo, Jumat (25/3).
Chris yang memulai skill off road motor bikenya sejak 2007 telah menorehkan berderet prestasi. Di antaranya   juara 8 kali New Zealand Enduro overall champion, tiga kali juara Roof of Africa, tujuh kali naik podium Red Bull Romaniacs.
Matteo Guerinoni presenter MotoGP di salah satu televisi nasional mengatakan hal yang sama. Menjajal track Ijen bakal menjadi tantangan tersendiri buat dia. “Banyuwangi cantik ya. Kotanya bersih, rapi dan tertata. Kelihatannya nyaman. Saya ingin segera menikmati tantangan alam Banyuwangi yang katanya luar biasa,” tukas Matteo.
Black Parade 5 ini akan menjajal rute sejauh 135 Km pada hari pertama (Sabtu/ 26/3). Diawali dari Hotel Mirah melewati Perkebunan Selogiri – Tawonan – Paltuding – Kawah Wurung – Perkebunan Kalibendo – hingga finish di Mirah. Hari Minggu rute yang ditempuh lebih pendek yakni 85 Km dengan start di Kecamatan Licin hingga finish di Perkebunan Kali Klatak. (Humas)

20 Maret 2016

Arisan Jamban Banyuwangi Dikunjungi Tim Penilai Inovasi Publik Kemenpan RB

Masuk sebagai salah satu nominator  pelayanan publik terbaik nasional, program arisan jamban di Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring,  Banyuwangi langsung dikunjungi tim panel Inovasi Pelayanan Publik
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=1W1h_mBF3fs
Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Sabtu (19/3).
Dalam kunjungan ini, tim panelis dipimpin Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Mirawati Sudjono. Panelis yang turut hadir di antarnya mantan Wakil Menpan RB 2011 - 2013 Prof Dr Eko Prasojo dan peneliti senior LIPI Prof Dr Siti Zuhro.
Setiba di lokasi, para tim panel langsung mendengarkan cerita para warga bagaimana program dengan akronim Pujasera - Pergunakan Jamban Sehat, Rakyat Aman (Pujasera) ini berjalan. Dituturkan Kepala Puskesmas Tampo, Kec Cluring, Tatik Setiyaningsih Mkes, program arisan jamban yang dimulai tahun 2014 ini berawal dari rendahnya kepemilikan jamban di Cluring. Di satu sisi, kata Tatik, puskesmas dituntut bisa  mewujudkan gerakan bebas buang air besar (BAB) di sembarang tempat alias Open Defecation Free/ODF.
"Saat itu, di empat desa terdapat 8.045 KK. Penduduk yang memiliki jamban hanya 1.034 KK. Maka kami pun mulai kampanye ODF secara masif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Satgas ODF yang jumlahnya 50 orang. Ternyata kampanye saja tidak cukup, perlu ada  aksi nyata," ujar Tatik.
Maka, puskesmas bersama kader Pujasera membuat gerakan membongkar jamban di sungai. Mereka langsung menancapkan pengumuman berisikan ajakan menggunakan jamban sehat di tempat-tempat yang biasanya orang buang air besar sembarangan. "Warga juga diberi edukasi bahwa BAB di sungai tidak baik bagi kesehatan," ujarnya.
Selanjutnya, memberikan pinjaman dengan bunga lunak bermitra dengan program lain dari pemerintah yang melibatkan penyedia bahan bangunan. Di dusun setempat juga dibentuk "Arisan Jamban" yang diikuti warga kurang mampu. Setiap bulan, arisan diundi.
"Dari arisan ini setiap bulan terbangun rata-rata 288 jamban. Setelah itu, warga dan kader Pujasera bersama-sama membangunkan jamban untuk warga kurang mampu tersebut. Juga ada intervensi pemerintah dalam bentuk bantuan untuk melengkapinya," jelas Tatiek.
Hasilnya, kata Tatiek, di wilayah Puskesmas Tampo terwujud 2 desa ODF dari empat desa. Kepemilikan jamban kini sudah menjadi 5.025 keluarga atau meningkat 386 persen. "Tahun ini juga empat desa di Puskesmas Tampo bisa ODF semuanya. Semua keluarga akan memiliki jamban pribadi," kata alumnus Magister Manajemen Kesehatan Universitas Brawijaya itu.
Selain itu, angka kesakitan yang disebabkan penyakit lingkungan buruk semakin menurun. Dari 35 persen (2013) menjadi 18 persen (2015), diare dari 28,2 persen menjadi 12 persen. Lalu Typoid dari 8,7 persen menjadi 38 persen, DHF dari 0,25 persen menjadi 0,10 persen, Influenza dari 10,3 persen menjadi 8,5 persen.
Mendengar paparan dari Kepala Puskesmas Tampo tersebut, ini, para panelis langsung memberikan apresiasi yang tinggi kepada warga Kaliploso. Deputi Pelayanan Publik Kemenpan RB Mirawati Sudjono mengatakan inovasi yang dibuat Banyuwangi ini sangat bagus.
“Inovasi ini memang istimewa. Idenya tidak dari atas tetapi dari bawah dan melibatkan banyak pihak, mulai masyarakat, aparat desa, instansi lainnya ikut andil dalam gerakan ini. Istimewanya lagi, program ini sangat applicable, bisa dicontoh daerah lain," ujar Mirawati.
Sementara itu, Eko Prasodjo menyatakan optimismenya bahwa program ini bisa lolos di uji layanan publik. Alasannya, kata dia,  inovasi ini mempunyai dampak yang luar biasa terhadap indikator kesehatan. Lalu, adanya rasa kepemilikan masyarakat, program ini dianggap sebagai kebutuhan oleh masyarakat.
Selain itu, lanjut dia, dalam merombak mindset masyarakat sosialisasi program ini diselaraskan budaya masyarakat.  Yang keempat, program ini sangat bisa direplika di seluruh wilayah di Banyuwangi.
"Banyuwangi ini banyak punya inovasi publik seperti program Lahir Procot Pulang Bawa Akta. Setiap inovasi yang diluncurkan selalu ada tujuan jangka panjangnya. Saran saya, sustainability seperti in harus tetap dijaga," ujar Eko yang juga sebagai staf pengajar di Universitas Indonesia.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, di Banyuwangi, pihaknya mewajibkan setiap 45 unit Puskesmas yang ada untuk membuat inovasi berdasarkan karakteristik permasalahan yang ada. Begitu berhasil, inovasi itu direplikasi ke daerah Puskesmas lainnya. Sejumlah inovasi lain di antaranya program Air Limun (Apresiasi Ibu Cerdas Peduli Imunisasi) dan Sakti (Stop Agka Kematian Ibu dan Bayi).
Hasilnya, angka kematian bayi per 1.000 kelahiran berhasil dari 9,31 (2012) menjadi 6 (2014), berhasil melampaui target MDGs untuk Banyuwangi yang sebesar 23. Adapun angka kematian Ibu juga menurun drastis dari 142 menjadi 93, berhasil melampaui target MDGs sebesar 102.
Selain mengunjungi lokasi arisan jamban, para panelis ini menyempatkan diri mengunjungi lounge pelayanan publik di kantor Pemkab Banyuwangi, pelayanan perijinan satu atap di kantor Badan Perijinan dan Pelayanan Terpadu, dan Bangsring underwater, tempat restorasi terumbu karang yang digagas oleh pokmas, dan akhirnya menjadi salah satu destinasi wisata andalan Banyuwangi.  (humas)

Banyuwangi Kini Punya Lori Wisata Susuri Indahnya Alam Perkebunan

Ada atraksi wisata anyar di Kabupaten Banyuwangi, yaitu menyusuri indahnya alam perkebunan menggunakan lori wisata. Dengan menggunakan kereta wisata ini, wisatawan bisa menikmati indahnya alam dan harum semerbak perkebunan kopi dan cokelat.
Tak hanya itu, wisatawan juga bakal melintasi terowongan sepanjang ratusan meter yang bakal menjanjikan pengalaman tak terlupakan. Lori wisata ini resmi diluncurkan Minggu (20/3) oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan  Dirut Keuangan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didik Hatantyo.  "Lori wisata ini adalah bentuk kolaborasi. PT KAI mendukung upaya pengembangan wisata di Banyuwangi. Wajib dijajal bagi wisatawan yang menyukai jenis wisata edukasi dan wisata sejarah, karena atraksi ini kental nuansa edukasi dan sejarah," kata Anas. Dari sisi wisata edukasi, wisatawan bakal diperkenalkan dengan dunia perkebunan kopi dan cokelat. "Cocok untuk wisata keluarga. Saatnya anak-anak tak hanya tahu soal game di gadget-nya, tapi juga diajak berwisata ke sini," ujar Anas. Adapun dari sisi wisata sejarah, wisatawan diajak melewati terowongan bawah tanah di lorong Gumitir. Di sini akan bisa memberikan edukasi sejarah bagaimana terowongan ini dibangun di masa penjajahan Belanda," kata Anas. Anas menambahkan, lori wisata bakal melengkapi pengembangan destinasi di wilayah barat Banyuwangi. Selain lori wisata, sudah ada Waduk Sidodadi yang memanfaatkan alam kebun sebagai obyeknya. Waduk itu dalam waktu dekat bakal disulap lebih bagus lagi oleh BUMN perkebunan. Pada Mei mendatang, konsep wisata perkebunan berbasis cokelat juga dimulai di Glenmore. "Kamis lalu (17/3), saya sudah menghadap ke Deputi Menteri BUMN Bidang Agro, Pak Wahyu Kuncoro. Beliau mendukung BUMN perkebunan meningkatkan peran pengembangan wisatanya di Banyuwangi. Ini bakal semakin ramai karena wilayah Glenmore dan Kalibaru sudah lama dikenal oleh wisatawan luar negeri, khususnya dari Belanda," ujar Anas. Sementara itu, Direktur Keuangan PT KAI Didik Hartantyo menambahkan, lori wisata ini merupakan inovasi PT KAI yang berkolaborasi dengan daerah maupun BUMN laom untuk menghidupkan destinasi-destinasi wisata di daerah yang bukan hanya kebun, tetapi juga kuliner dan jasa transportasi. "Selain itu, juga untuk membuka akses wisatawan asing dengan menggunakan jalur kereta api. Kedepan kami akan terus mencari daerah-daerah aktif untuk kolaborasi ini. Dan saya melihat Banyuwangi salah satu daerah yang selalu siap untuk kolaborasi pengembangan destinasi wisata baru,"ujar Didik. Lori wisata ini mengambil rute Stasiun Kalibaru - Stasiun Mrawan melewati terowongan Gumitir. Di terowongan sepanjang hampir 700 meter ini wisatawan bisa berhenti dan menikmati suasananya. Sepanjang perjalanan, kawasan perkebunan yang subur menghampar dengan ketinggian lebih dari 400 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi sejumlah gunung seperti Gunung Raung dan Gunung Gumitir menjadikan udara sepanjang rute sangat sejuk dengan suhu 20-25 derajat celcius.  Lama perjalanannya pergi-pulang hanya 50 menit. Biaya yang dipatok adalah Rp 1,2 juta per perjalanan. Tiap trip diisi 12 orang penumpang, jadi tiap wisatawan hanya dikenakan Rp100.000. Untuk bisa menggunakan lori wisata ini wisatawan bisa lewat di Stasiun Kalibaru Banyuwangi atau agen wisata daerah. (humas)

Banyuwangi Green & Recycle Fashion, Kampanye Anti Plastik

Kilau warna-warni menyorot indah di langit malam Pantai Boom, menandai puncak pagelaran Green and Recycle Fashion Week 2016. Alunan tetabuhan berpadu dengan gerak lincah penari Jejer Gandrung semakin menambah kemeriahan rangkaiaan Banyuwangi Festival 2016 tersebut.
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=jhtBquCJeM8
Green and Recycle Fashion tahun ini  sengaja memilih tema plastik sebagai bagian kampanye anti sampah plastik internasional. "Ini merupakan bagian dari kampanye anti plastik internasional dan juga di Indonesia," ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam malam puncak Green & Recycle Fashion, Minggu malam (20/3). Sebagaimana diketahui bersama, sampah plastik merupakan jenis sampah yang sulit terurai. Oleh karena itu perlu kampanye yang masif untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. Di antaranya dengan mendaur ulang sampah plastik menjadi beragam peralatan multi fungsi. "Green and Recycle Fashion ini adalah mengkampanyekan (pengurangan sampah plastik) dalam bentuk lain. Ini untuk melibatkan anak-anak dan masyarakat secara luas untuk memanfaatkan plastik daur ulang," tutur Anas. Pemilihan lokasi di Pantai Boom sejatinya mengandung pesan tersendiri dalam pengelolaan sampah plastik.
Ada 8 juta ton sampah plastik di dunia ini yang terbuang di laut. Dan Indonesia menempati urutan kedua setelah Tiongkok dalam menyumbang produksi sampah plastik di dunia. Banyuwangi sendiri, sebagaimana data yang dilansir Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Banyuwangi, memproduksi 400 ribu ton sampah berbagai bentuk dalam setahun. Oleh karena itu, DKP Banyuwangi terus melakukan berbagai cara untuk menekan laju pertumbuhan sampah tersebut. Selain Green and Recycle Fashion yang memasuki tahun kedua ini, DKP juga menebar ribuan tempat sampah, TPS, depo, bank sampah, TPA, TP3R, berbagai pelatihan dan gerakan-gerakan masyarakat merdeka dari sampah. "Ini merupakan deklarasi Banyuwangi melawan sampah," pungkas Anas. Sekedar diketahui, Green and Recycle Fashion 2016 ini diselenggarakan sejak Minggu siang dengan berbagai kategori. Dalam malam puncak tersebut, Green and Recycle Fashion Week menampilkan seratus talent yang terbagi dalam dua kategori, SMA dan umum. Untuk kelas umum diikuti oleh perwakilan kampus, instansi pemerintahan, swasta, PKK, dan kelompok masyarakat. (Humas)

15 Maret 2016

Atasi Antrean di Pelabuhan Ketapang, Prosedur Pencatatan Manifes Akan Diperpendek

Terkait antrian panjang kendaraan yang akan memasuki Pelabuhan Ketapang, Bupati Banyuwangi  Abdullah Azwar Anas berinisiatif menggelar rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
 VIDEO Evakuasi Korban Kapal Tenggelam = https://www.youtube.com/watch?v=atQdGUgVvr8
Rakor ini digelar untuk mengurai masalah serta mencari solusi atas kemacetan yang terjadi sejak 10 Maret lalu. Hasilnya, disepakati proses pencatatan  manifest prosedurnya diperpendek.
Sejak peristiwa tenggelamnya KMP Rafelia II di Perairan Selat Bali 4 MAret 2016 lalu, Kementrian Perhubungan RI telah memerintahkan bahwa setiap kendaraan dan penumpang yang akan melakukan pelayaran harus  tercatat dalam manifest. Selain itu, setiap kendaraan besar (truk) harus dilakukan pengikatan (lashing).
“Kalau proses lashing kita sudah biasa, dan ini tidak memakan waktu. Namun pencatatan manifest yang harus dua kali ini, yang paling berperan dalam memperpanjang antrian kendaraan yang akan menyeberang. Ini yang harus dipecahkan bersama,” ujar Kepala Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan, Arief Muljanto dalam rakor yang digelar di Kantor ASDP Pelabuhan Ketapang, Senin (14/3).
Jika sebelumnya waktu sandar kapal untuk loading penumpang memerlukan waktu 30 menit. Dengan penerapan SOP ini waktu yang dibutuhkan sampai 1 jam 5 menit. Sebab, setelah data penumpang terkumpul data akan direkap ulang di lembar tertentu. “Lembaran ini yang akan dibawa nahkoda kepada syahbandar untuk diverifikasi untuk mendapatkan surat ijin berlayar,” terang Arif.
Penambahan waktu ini mengakibatkan trip kapal menyeberangi Selat Bali berkurang. Jika biasanya setiap kapal KMP bisa melakukan  8 trip dalam sehari, kini hanya 4-5 trip. Ini mengakibatkan jumlah  kendaraan yang diseberangkan turun dari biasanya  4000 unit, kini hanya 2880 unit.
Sementara itu Kepala Syahbandar Ketapang Ispriyanto mengatakan pelaksanaan SOP perintah langsung dari kantor pusat untuk menjamin keselamatan penyeberangan. “Kami wajib mengikuti prosedur ini baik proses manifest dan lashing sejak turun telegram dari kantor pusat. Kami juga telah mendapatkan surat dari Kapolres untuk melaksanakan SOP yang berlaku,” kata Isprianto.
Bupati Anas pun langsung menawarkan solusi dengan meminta agar proses rekap ulang manifest dipersingkat.  Form awal isian data penumpang, disertakan sebagai  lampiran. Bukan lagi harus dicatat ulang oleh petugas. “Untuk mempercepat manifest yang telah diisi penumpang tidak perlu disalin lagi namun cukup disatukan dengan lembaran rekapitulasinya dan dibawa ke pihak syahbandar,” kata Bupati.
Usul Bupati Anas pun langsung diamini oleh kedua syahbandar yang hadir. “Boleh Pak Bupati, sarannya. Yang penting, data manifest ini bisa kami terima,” ujar Kepala Syahbandar Gilimanuk Delon Wirawan.
Bupati juga menyampikan siap bekerjasama dengan pengelola pelabuhan untuk penerapan teknologi informasi (IT) sebagai langkah jangka panjang  untuk mempersingkat proses manifest.
Langkah selanjutnya Bupati akan melaporkan kepada Gubernur hasil pertemuan tersebut untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. “Kami akan langsung berkoordinasi dengan Gubernur agar masalah ini mendapatkan perhatian,” pungkas Bupati.
Untuk mempercepat proses pengisian form manifest, Bupati juga meminta agar pengelola pelabuhan melakukan sosialisasi kepada para sopir dan calon penumpang kapal agar membawa pena. (Humas)

Siaran Langsung di Banyuwangi, INBOX dibuka dengan Tari Gandrung

Banyuwangi menjadi tuan rumah INBOX, sebuah acara musik live produksi salah satu televisi swasta nasional. Dihelat selama dua hari, pada sesi perdana tayangannya, ribuan masyarakat langsung antusias menyerbu lokasi suting yang mengambil tempat di Taman Blambangan, Sabtu pagi (12/3).
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=Kol1ubGUCrw

 Ribuan masyarakat sejak pukul 06.00 terlihat menyemut Taman Blambangan. Pria wanita, tua muda, hingga anak- anak semua ingin melihat langsung siaran Inbox.
Mereka penasaran ingin melihat dari dekat para idolanya. Seperti yang diungkapkan Hendra Muldani, salah seorang penonton yang ngefans berat sama penyanyi pendatang baru "Tegar". Ini kesempatan untuk melihat mereka langsung, syukur- syukur bisa jabat tangan, ataupun dalat fotonya," ujar Muldani, sambil meneriakkan nama artis pujaanya tersebut. Muldani pun tampak larut dalam kegembiraannya bersama dua temannya yang lain. Dia sengaja datang pagi ke lokasi karena ingin mencari posisi paling depan, berharap dapat berjabat tangan langsung dengan artis idolanya. Selama dua hari ,12-13 Maret akan mengambil lokasi suting di Banyuwangi. Dalam 2 hari itu, akan ada tiga sesi penayangan.
Sejumlah artis papan atas turut memeriahkan acara ini. Sebut saja Rizky Riddho, Mytha Lestari, Tegar, serta artis nasional asal Banyuwangi Danang dan Fitri Karlina. Acara ini dipandu pula MC kondang Kartika Putri, Andhika Pratama, dan Ferry Maryadi. Kehadiran INBOX di Banyuwangi bertepatan dengan peluncuran event wisata tahunan Banyuwangi Festival (B-Fest) 2016. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang didaulat naek ke pentas pun memyempatkan diri berpromosi sejumlah event yang akan menyemarakkan B-Fest ke depan. "Akan ada Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), International Tour De Banyuwangi Ijen, hingga Underwater festival. Saya juga sangat berterima kasih karena INBOX telah berkenan menjadikan Banyuwangi salah satu lokasi suting," ujar Bupati Anas.
Sesi perdana INBOX yang digelar pagi tadi tepat pukul 06.00 dibuka dengan tari khas Banyuwangi, Gandrung yang diiringi para pemuaik tradisional suku Using, suku Banyuwangi asli. Selain tarian tersebut, sejumlah talent BEC juga memeriahkan acara ini. Bahkan lagu Umbul-umbul Blambangan pun berkumandang yang dinyanyikan bareng-bareng para MC, Bupati Anas, dan swejumlah artis. (Humas)