Kabupaten Banyuwangi meresmikan penggunaan Stadion Diponegoro dengan
arsitektur yang unik. Peresmian dilakukan Rabu malam (27/5) dengan
istighosah akbar yang diikuti oleh ribuan warga Banyuwangi. Istighosah
dilakukan di halaman luar stadion agar tidak mengganggu kualitas rumput.
Stadion Diponegoro tepat berada di kawasan kota Banyuwangi. Stadion ini
mulai direnovasi pada 2014 untuk menyambut gelaran Pekan Olahraga
Provinsi V Jatim 2015 yang akan dipusatkan di Banyuwangi, 6-13 Juni
mendatang, yang bakal diikuti tak kurang dari 9311 atlet dan
perangkatnya.
"Semoga stadion ini bermanfaat, tidak hanya bagi pengembangan olahraga,
tapi juga ekonomi karena di sini juga akan ada stan-stan penjual
makanan, minuman, dan kebutuhan masyarakat,” kata Bupati Banyuwangi
Abdullah Azwar Anas saat pelaksanaan istigosah di halaman Stadion
Diponegoro..
Renovasi Stadion Diponegoro melibatkan arsitek nasional Budi Pradono.
Stadion ini didesain dengan konsep yang memadukan arsitektur modern dan
tradisional. Itu bisa dilihat dari ornamen sketsel atau partisi yang
menghubungkan antara satu ruangan dengan lainnya, terbuat dari bata
merah yang tersusun unik. Sementara dekorasi dinding luarnya terbuat
dari baja ringan yang berukirkan penari Gandrung Banyuwangi dengan
berbagai pose tari.
“Stadion ini sudah siap seratus persen. Renovasi sudah selesai dan lampu
sudah terpasang. Dan rencananya akan sudah mulai dipakai untuk
pertandingan uji coba sepakbola tim Banyuwangi,” papar Bupati Anas.
Stadion Diponegoro dibangun dengan menggunakan APBD Kabupaten dan
swasta. Total anggaran yang digelontorkan pihak swasta untuk membangun
stadion ini sebesar Rp. 5 miliar. Sedangkan dari APBD Rp12 miliar.
“Ini adalah model stadion yang dibangun secara kemitraan antara
pemerintah dan swasta. Sebenarnya kita bisa saja membangun yang lebih
megah dengan kapasitas lebih dari 15 ribu penonton, namun kita lebih
mengutamakan nilai fungsinya,” kata Bupati Anas.
Anas melanjutkan, pemerintah daerah memang membuka kesempatan bagi
swasta untuk membangun stadion. Ini adalah cara baru membangun stadion
dengan melibatkan private partnership. Seperti di sejumlah negara,
stadion disponsori swasta yang kemudian namanya berhak dicantumkan
sebagai nama stadion. Misalnyya, Etihad Stadium di Manchester (Inggris),
Emirates Stadium di London (Inggris), atau Allianz Arena di Munich
(Jerman).
“Kita sedang membuat aturannya, bagaiamana nanti pihak swasta yang ikut
menyumbang namanya bisa tercantum di stadion ini. Misalnya dengan nilai
sumbangan tertentu, maka namanya bisa tercantum untuk waktu sekian
tahun," jelasnya.
Bupati menambahkan, ke depannya stadion akan dikelola secara profesional
dengan menggunakan operator swasta. Tujuannya agar stadion bisa terus
terawat dan terjaga dengan baik. Nantinya stadion juga akan dilengkapi
dengan amphitheater di bagian depannya. Juga ditambah stan-stan UMKM
sebagai penunjang. “Harapan kami stadion ini juga bisa bermanfaat bagi
masyarakat,” cetusnya. (Humas Protokol)
30 Mei 2015
Banyuwangi Tuan Rumah Pekan Seni Pelajar Se Jatim
Banyuwangi kembali
dipercaya menjadi tuan rumah even provinsi Jawa Timur, kali ini Pekan
Seni Pelajar (PSP) 2015 yang akan dilangsungkan 31 Mei – 3 Juni 2015.
Sedikitnya akan ada 10 ribu pelajar dari SD hingga SMA se Jawa Timur,
hadir di Banyuwangi untuk mengikuti beragam cabang kesenian. Pembukaan
PSP ini, akan digelar Minggu (31/5) pagi pukul 07.30 WIB di depan kantor
Pemkab Banyuwangi oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifulloh Yusuf.
Pekan seni pelajar merupakan even dua tahunan yang memberikan kesempatan bagi para pelajar mulai SD sampai SMA untuk mengeksplorasi bakat dan minat yang dimilikinya. Kegiatan ini sendiri terdiri atas berbagai lomba seperti Samroh, Paduan Suara, Baca Puisi, Teater, Tari dan Musik Tradisi.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, PSP merupakan sebuah event positif bagi pelajar sebagai aktualisasi diri. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya menyalurkan bakat dan minat tapi juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri para pelajar untuk menghadapi persaingan yang cukup ketat di masa yang akan datang,” kata Anas.
Selain itu pekan seni pelajar juga menjadi ajang bertemunya para pelajar se Jawa Timur untuk saling mengenal kesenian daerah masing-masing. Mereka juga bisa saling mengukur kemampuan bakat dan seninya. “Di sini para pelajar akan belajar bagaimana berlomba secara sportif sambil membawa kebanggaan nama baik daerahnya,” ujar Anas.
Anas juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberi kepercayaan pada Banyuwangi sebagai tuan ruman even tingkat Jawa Timur. “Jika kemarin kita menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur, besok menjadi tuan rumah Pekan Seni Pelajar dan lusa menjadi tuan rumah Porprov. Tentu kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Banyuwangi untuk bisa menunjukkan kepada para delegasi Banyuwangi bisa menjadi tuan rumah yang baik dan mengantarkan semua even sukses sampai selesai,” kata Bupati Anas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, menambahkan, PSP ini bakal diikuti lebih dari 10.000 pelajar dari SD hingga SMA dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. “Seluruh peserta yang jumlahnya sekitar 10 ribu pelajar ini akan bermalam di sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang. Diantaranya, kamar mandi, tempat tidur, makan dan transportasi yang digunakan untuk mobile ke venue lomba,” ujar Sulih.
Ada 9 kegiatan lomba dalam PSP ini, Samroh, Paduan Suara, Baca Puisi, Teater, Tari dan Musik Tradisi. Selain itu juga ada lomba lukis tingkat SD, lukis poster SMP, design tekstil SMA. Seluruh kegiatan lomba akan di tempatkan di sejumlah venue yang telah ditetapkan panitia. Misalnya, di Taman di Taman Sritanjung untuk lukis SD, Taman Blambangan untuk lukis poster dan SDN Kepatihan design tekstil. Pantai boom untuk Samroh, SMAN I Giri untuk paduan suara dan SMKN I Banyuwangi untuk baca puisi. SMPN I Giri dan SMKN I Glagah untuk teater. STIKES Banyuwangi untuk lomba tari dan Aula Dinas Pendidikan musik tradisi.
Acara pembukaan ini ditandai dengan pertunjukan kesenian kolaborasi dari berbagai kabupaten. Dilanjutkan pawai seni budaya pelajar se Jawa Timur, dengan rute start dari depan kantor pemkab Jalan A Yani – Jalan Dr Soetomo – Jalan Wahidin Sudirohusodo dan finish Taman Blambangan. Untuk melengkapi kemeriahan PSP 2015 ini juga digelar Pameran Pendidikan di Taman Blambangan selama berlangsungnya PSP. (Humas Protokol)
Pekan seni pelajar merupakan even dua tahunan yang memberikan kesempatan bagi para pelajar mulai SD sampai SMA untuk mengeksplorasi bakat dan minat yang dimilikinya. Kegiatan ini sendiri terdiri atas berbagai lomba seperti Samroh, Paduan Suara, Baca Puisi, Teater, Tari dan Musik Tradisi.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, PSP merupakan sebuah event positif bagi pelajar sebagai aktualisasi diri. “Kegiatan ini sangat bermanfaat, tidak hanya menyalurkan bakat dan minat tapi juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri para pelajar untuk menghadapi persaingan yang cukup ketat di masa yang akan datang,” kata Anas.
Selain itu pekan seni pelajar juga menjadi ajang bertemunya para pelajar se Jawa Timur untuk saling mengenal kesenian daerah masing-masing. Mereka juga bisa saling mengukur kemampuan bakat dan seninya. “Di sini para pelajar akan belajar bagaimana berlomba secara sportif sambil membawa kebanggaan nama baik daerahnya,” ujar Anas.
Anas juga menyampaikan terimakasih kepada pemerintah provinsi yang telah memberi kepercayaan pada Banyuwangi sebagai tuan ruman even tingkat Jawa Timur. “Jika kemarin kita menjadi tuan rumah MTQ Jawa Timur, besok menjadi tuan rumah Pekan Seni Pelajar dan lusa menjadi tuan rumah Porprov. Tentu kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Banyuwangi untuk bisa menunjukkan kepada para delegasi Banyuwangi bisa menjadi tuan rumah yang baik dan mengantarkan semua even sukses sampai selesai,” kata Bupati Anas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono, menambahkan, PSP ini bakal diikuti lebih dari 10.000 pelajar dari SD hingga SMA dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. “Seluruh peserta yang jumlahnya sekitar 10 ribu pelajar ini akan bermalam di sekolah-sekolah yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang. Diantaranya, kamar mandi, tempat tidur, makan dan transportasi yang digunakan untuk mobile ke venue lomba,” ujar Sulih.
Ada 9 kegiatan lomba dalam PSP ini, Samroh, Paduan Suara, Baca Puisi, Teater, Tari dan Musik Tradisi. Selain itu juga ada lomba lukis tingkat SD, lukis poster SMP, design tekstil SMA. Seluruh kegiatan lomba akan di tempatkan di sejumlah venue yang telah ditetapkan panitia. Misalnya, di Taman di Taman Sritanjung untuk lukis SD, Taman Blambangan untuk lukis poster dan SDN Kepatihan design tekstil. Pantai boom untuk Samroh, SMAN I Giri untuk paduan suara dan SMKN I Banyuwangi untuk baca puisi. SMPN I Giri dan SMKN I Glagah untuk teater. STIKES Banyuwangi untuk lomba tari dan Aula Dinas Pendidikan musik tradisi.
Acara pembukaan ini ditandai dengan pertunjukan kesenian kolaborasi dari berbagai kabupaten. Dilanjutkan pawai seni budaya pelajar se Jawa Timur, dengan rute start dari depan kantor pemkab Jalan A Yani – Jalan Dr Soetomo – Jalan Wahidin Sudirohusodo dan finish Taman Blambangan. Untuk melengkapi kemeriahan PSP 2015 ini juga digelar Pameran Pendidikan di Taman Blambangan selama berlangsungnya PSP. (Humas Protokol)
Grup Band Wali dan Pesta Kembang Api Bakal Meriahkan Closing MTQ
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) 2015 Propinsi Jawa Timur ke-26 akan
berakhir besok, Sabtu (30/5/2015). Closing MTQ akan dihadiri oleh Wakil
Gubernur Jawa Timur H. Saifullah Yusuf serta dimeriahkan oleh
penampilan grup band Wali dan pesta kembang api. Acara ini akan digelar
di Taman Blambangan, Sabtu (30/5/2015) malam.
Acaranya nanti, imbuh Cholili, bakal unik. Karena selain dihibur oleh suara emas para musisi ibu kota dan lokal, peserta dan masyarakat yang menyaksikan penutupan akan dimanjakan dengan sebuah tarian kolosal bertajuk Selendang Mawarni yang sengaja diciptakan oleh seniman Banyuwangi untuk kegiatan penutupan MTQ. “Dibawakan oleh 200 penari, saya yakin para penonton akan terpukau. Tariannya bagus dan sarat akan makna. Ini memang khusus dipersiapkan untuk MTQ. Menggambarkan keanekaragaman budaya dan karakter masing-masing daerah, tarian ini pasti bakal disukai,” imbuh Cholili.
Sebelum acara hiburan digelar, closing ceremony akan diawali dengan upacara penurunan bendera MTQ. Selain itu, akan ada pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para juara. Hal ini merupakan acara yang paling ditunggu oleh seluruh kafilah yang telah bertanding maksimal selama MTQ berlangsung.
Selanjutnya, acara penutupan juga ditandai dengan penyerahan bendera MTQ kepada kabupaten/kota calon tuan rumah MTQ berikutnya yang sudah ditunjuk oleh Panitia Propinsi. Acara ceremonial ini sendiri diakhiri dengan pemencetan tombol oleh Gus Ipul yang menandakan berakhirnya kegiatan MTQ ke-26 di Banyuwangi, dilanjutkan dengan pesta kembang api yang dipastikan akan sangat meriah dan memukau semua yang hadir malam itu.
"Pesta kembang api akan dimulai setelah panitia menyerahkan bendera MTQ kepada calon tuan rumah berikutnya. Dengan begitu, para kafilah bisa menikmati hiburan menarik sebelum kembali ke daerahnya. Sehingga, mereka bisa pulang dengan membawa kenangan manis tentang MTQ di Banyuwangi," terang Cholili.
Closing MTQ rencananya juga akan dihadiri oleh bupati/walikota dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Terutama bupati/walikota yang daerahnya akan ketempatan sebagai tuan rumah MTQ selanjutnya, tahun 2017 mendatang. Serta, akan hadir juga ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten/kota se Jatim. (Humas Protokol)
VIDEO= https://www.youtube.com/watch?v=xyn3I0f0Zmw
Ketua panitia lokal Nur Cholili mengatakan acara penutupan MTQ akan dimulai pukul 19.00-22.00 WIB. Acara ini dibuat meriah dan penuh hiburan. Selain grup band Wali, sejumlah penyanyi lokal Banyuwangi juga bakal turut ambil bagian dalam acara ini. “Kami datangkan grup band Wali untuk menghibur, karena konsep dari acara penutupan ini adalah hiburan. Ini bukan hanya untuk peserta tapi juga untuk semua masyarakat Banyuwangi,” kata Cholili.Acaranya nanti, imbuh Cholili, bakal unik. Karena selain dihibur oleh suara emas para musisi ibu kota dan lokal, peserta dan masyarakat yang menyaksikan penutupan akan dimanjakan dengan sebuah tarian kolosal bertajuk Selendang Mawarni yang sengaja diciptakan oleh seniman Banyuwangi untuk kegiatan penutupan MTQ. “Dibawakan oleh 200 penari, saya yakin para penonton akan terpukau. Tariannya bagus dan sarat akan makna. Ini memang khusus dipersiapkan untuk MTQ. Menggambarkan keanekaragaman budaya dan karakter masing-masing daerah, tarian ini pasti bakal disukai,” imbuh Cholili.
Sebelum acara hiburan digelar, closing ceremony akan diawali dengan upacara penurunan bendera MTQ. Selain itu, akan ada pengumuman dan penyerahan hadiah bagi para juara. Hal ini merupakan acara yang paling ditunggu oleh seluruh kafilah yang telah bertanding maksimal selama MTQ berlangsung.
Selanjutnya, acara penutupan juga ditandai dengan penyerahan bendera MTQ kepada kabupaten/kota calon tuan rumah MTQ berikutnya yang sudah ditunjuk oleh Panitia Propinsi. Acara ceremonial ini sendiri diakhiri dengan pemencetan tombol oleh Gus Ipul yang menandakan berakhirnya kegiatan MTQ ke-26 di Banyuwangi, dilanjutkan dengan pesta kembang api yang dipastikan akan sangat meriah dan memukau semua yang hadir malam itu.
"Pesta kembang api akan dimulai setelah panitia menyerahkan bendera MTQ kepada calon tuan rumah berikutnya. Dengan begitu, para kafilah bisa menikmati hiburan menarik sebelum kembali ke daerahnya. Sehingga, mereka bisa pulang dengan membawa kenangan manis tentang MTQ di Banyuwangi," terang Cholili.
Closing MTQ rencananya juga akan dihadiri oleh bupati/walikota dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Terutama bupati/walikota yang daerahnya akan ketempatan sebagai tuan rumah MTQ selanjutnya, tahun 2017 mendatang. Serta, akan hadir juga ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kabupaten/kota se Jatim. (Humas Protokol)
23 Mei 2015
Ribuan Masyarakat Saksikan Kemeriahan Pawai Ta’aruf
Ribuan masyarakat menyemut di sepanjang jalan protokol kota
Banyuwangi untuk menyaksikan Pawai Ta’aruf dalam gelaran Musabaqoh
Tilawatil Qur’an (MTQ) 2015, Sabtu (23/5). Pawai yang melibatkan 38
kabupaten/kota Se Jawa Timur itu berlangsung marak dan meriah. Semua
defile yang tampil dalam pawai ini tampak menyuguhkan kemegahan yang
mencirikan kekhasan masing-masing daerah.
Sementara Kota Surabaya kota pahlawan ini menampilkan miniatur Masjid Ampel dengan ornamen bedug dan al-qur’an yang megah. Tak mau kalah dengan Surabaya, Kabupaten Bangkalan juga mengusung sebuah replika masjid. Bedanya masjid Bangkalan ini disambung Jembatan Suramadu raksasa. Sangat menakjubkan, sehingga penampilan kabupaten yang membawa 54 kafilah mampu memberikan gambaran jembatan Suramadu kepada penonton. Sedangkan kafilah dari suku Madura lain, seperti, Sampang, Pamekasan dan Sumenep menampilkan kereta raksaa naga emas yang biasa disebut du-dug.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, sebagai tuan rumah MTQ 2015 ini menyatakan, pawai ini bisa menjadi ta’aruf ekonomi. Karena masing-masing kabupaten mempertontonkan kekhasan daerahnya dengan semaksimal mungkin. “Selain membangun ukuwah Islamiyah, gelaran ini bisa juga membangun ukuwah seni dan budaya. Apalagi di gelaran MTQ ini juga dilengkapi dengan pameran seni, kerajinan dan UMKM,” kata Bupati Anas.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Akhmad Sukardi, yang membuka pawai ini menambahkan, event dua tahunan ini selalu merupakan pawai ta’aruf sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah yang bernapaskan Islami. “Ini sebagai wujud ekspresi suka cita MTQ, dengan ini kami harapkan momentum ini bisa terus menumbuhkan ukuwah Islami, syiar Islam yang aman dan damai serta menjunjung tinggi sikap menghormati terhadap agama lain,” kata Sekda.
Dalam pawai sebagai kegiatan sebelum dibukanya MTQ malam nanti, dihadiri para bupati/walikota yang ada di Jawa Timur. Diantaranya, Wakil Bupati Sampang, H Fadhilah Budiono, Bupati Blitar, Sumenep, Tuban, Pasuruan, Trenggalek juga Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama Jawa Timur Mahfud Shodar, serta seluruh jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi dan seluruh kepala SKPD Kabupaten Banyuwangi.
Sebagai tuan rumah, Banyuwangi menjadi pembuka pawai dengan mengusung tema Ngerandu-ndaru yang artinya menunggu datangnya mu’jizat. Disini ditampilkan tarian yang mengkisahkan datangnya agama Islam ke Banyuwangi. Disusul 37 kabupaten/kota dan terakhir ditutup Kabupaten Trenggalek. Start depan pemkab, Jl A Yani – Jl. Dr Soetomo menuju Jalan Wahidin Sudiro Husodo dan finish di Taman Blambangaan.
Usai pawai ta’aruf rangkain gelaran MTQ ke -26 ini akan dilanjutkan dengan pameran UMKM, pukul 14.30 Wib di Taman Blambangan. Sementara opening ceremony MTQ akan dilaksanakan malam hari oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan dimeriahkan sholawat bersama dengan Opick dan KH Ahmad Muzaki Syah dari Jember. (Humas Protokol)
VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=KaVXT6hmf9c
Seperti misalnya, Kabupaten Tuban, yang merupakan kabupaten dengan julukan bumi para wali menampilan tarian para sufi yang ditampilkan sangat manis. Dibelakangnya ada replika perahu layar cukup besar dengan mengusung slogan Tuban Bumi Wali Spirit of Harmony. Begitu juga Kota Probolinggo, menampilkan replika masjid bernuansa ungu dan diberi ornamen al-qur’an raksasa yang sangat megah dan besar. Kota penghasil anggur dan mangga ini mendapat aplaus banyak dari para penonton.Sementara Kota Surabaya kota pahlawan ini menampilkan miniatur Masjid Ampel dengan ornamen bedug dan al-qur’an yang megah. Tak mau kalah dengan Surabaya, Kabupaten Bangkalan juga mengusung sebuah replika masjid. Bedanya masjid Bangkalan ini disambung Jembatan Suramadu raksasa. Sangat menakjubkan, sehingga penampilan kabupaten yang membawa 54 kafilah mampu memberikan gambaran jembatan Suramadu kepada penonton. Sedangkan kafilah dari suku Madura lain, seperti, Sampang, Pamekasan dan Sumenep menampilkan kereta raksaa naga emas yang biasa disebut du-dug.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, sebagai tuan rumah MTQ 2015 ini menyatakan, pawai ini bisa menjadi ta’aruf ekonomi. Karena masing-masing kabupaten mempertontonkan kekhasan daerahnya dengan semaksimal mungkin. “Selain membangun ukuwah Islamiyah, gelaran ini bisa juga membangun ukuwah seni dan budaya. Apalagi di gelaran MTQ ini juga dilengkapi dengan pameran seni, kerajinan dan UMKM,” kata Bupati Anas.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur, Akhmad Sukardi, yang membuka pawai ini menambahkan, event dua tahunan ini selalu merupakan pawai ta’aruf sekaligus melestarikan seni dan budaya daerah yang bernapaskan Islami. “Ini sebagai wujud ekspresi suka cita MTQ, dengan ini kami harapkan momentum ini bisa terus menumbuhkan ukuwah Islami, syiar Islam yang aman dan damai serta menjunjung tinggi sikap menghormati terhadap agama lain,” kata Sekda.
Dalam pawai sebagai kegiatan sebelum dibukanya MTQ malam nanti, dihadiri para bupati/walikota yang ada di Jawa Timur. Diantaranya, Wakil Bupati Sampang, H Fadhilah Budiono, Bupati Blitar, Sumenep, Tuban, Pasuruan, Trenggalek juga Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama Jawa Timur Mahfud Shodar, serta seluruh jajaran forum pimpinan daerah (forpimda) Banyuwangi dan seluruh kepala SKPD Kabupaten Banyuwangi.
Sebagai tuan rumah, Banyuwangi menjadi pembuka pawai dengan mengusung tema Ngerandu-ndaru yang artinya menunggu datangnya mu’jizat. Disini ditampilkan tarian yang mengkisahkan datangnya agama Islam ke Banyuwangi. Disusul 37 kabupaten/kota dan terakhir ditutup Kabupaten Trenggalek. Start depan pemkab, Jl A Yani – Jl. Dr Soetomo menuju Jalan Wahidin Sudiro Husodo dan finish di Taman Blambangaan.
Usai pawai ta’aruf rangkain gelaran MTQ ke -26 ini akan dilanjutkan dengan pameran UMKM, pukul 14.30 Wib di Taman Blambangan. Sementara opening ceremony MTQ akan dilaksanakan malam hari oleh Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan dimeriahkan sholawat bersama dengan Opick dan KH Ahmad Muzaki Syah dari Jember. (Humas Protokol)
Banyuwangi Target Masuk 5 Besar Porprov Jatim 2015
Kabupaten Banyuwangi mentargetkan
masuk sebagai 5 besar pemenang Poprov Jatim 2015. Hal ini disampaikan
Bupati Abdullah Azwar Anas saat meresmikan pusat pelatihan atlet Porprov
Banyuwangi di GOR Tawangalun, Kamis (21/5).
Bupati Anas mengatakan, sebagai tuan rumah Banyuwangi memiliki target untuk menyukseskan seluruh pelaksanaan Porprov. Baik kesuksesan selama kegiatan berlangsung sampai pertanggungjawaban pelaksanaan pasca even. Tidak hanya itu saja Banyuwangi juga mentargetkan untuk mengukir prestasi di ajang olah raga bergengsi tingkat Jawa Timur ini. “ Kita mentargetkan masuk 5 besar pemenang Porprov Jatim,” kata Bupati Anas.
Untuk mendongkrak semangat berprestasi para atlet Banyuwangi, Bupati Anas pun menjanjikan reward bagi para atlet yang mampu meraih medali emas dan perak. Bagi atlet yang mampu mendapatkan emas akan mendapatkan beasiswa sesuai tingkatan pendidikannya. “Kita akan kuliahkan sampai selesai bagi atlet yang bisa mendapatkan emas. Ini lebih menjamin masa depan mereka daripada reward uang tunai karena bisa cepat habis,” ujar Anas.
Sedangkan untuk atlet yang mampu memperoleh medali perak, bisa memperoleh pekerjaaan dengan mendaftar sebagai pegawai Pemkab Banyuwangi dengan status Tenaga Harian Lepas (THL).
Sementara itu dalam Porprov kali ini Banyuwangi mengikuti seluruh cabang olahraga yang dilombakan yakni sebanyak 35 cabor. Atlet yang terlibat sebanyak 425 orang. Untuk masuk sebagai 5 besar pemenang Porprov Banyuwangi harus meraih minimal 30 medali emas.
“Hasil evaluasi terakhir sudah ada 23 cabor yang kita proyeksikan bisa mendulang emas diantaranya tarung derajat, pencak silat, wushu, atletik, voli pantai, basket putri, dan judo. Melalui pemusatan latihan atlet Porprov ini, kita akan push lagi cabor-cabor yang bisa menghasilkan emas,” kata Ketua Koni Banyuwangi Bambang Wahyudi.
Melalui pemusatan pelatihan itu, ujar Bambang, para atlet tidak hanya bisa lebih fokus dalam menempa fisik sebagai modal lomba, tapi juga atlet mendapatkan motivasi untuk bisa bersemangat dalam mengikuti cabornya masing-masing. “Kita juga menyediakan psikolog untuk mendampingi atlet selama pelatihan berlangsung,” pungkasnya. (Humas & Protokol)
Bupati Anas mengatakan, sebagai tuan rumah Banyuwangi memiliki target untuk menyukseskan seluruh pelaksanaan Porprov. Baik kesuksesan selama kegiatan berlangsung sampai pertanggungjawaban pelaksanaan pasca even. Tidak hanya itu saja Banyuwangi juga mentargetkan untuk mengukir prestasi di ajang olah raga bergengsi tingkat Jawa Timur ini. “ Kita mentargetkan masuk 5 besar pemenang Porprov Jatim,” kata Bupati Anas.
Untuk mendongkrak semangat berprestasi para atlet Banyuwangi, Bupati Anas pun menjanjikan reward bagi para atlet yang mampu meraih medali emas dan perak. Bagi atlet yang mampu mendapatkan emas akan mendapatkan beasiswa sesuai tingkatan pendidikannya. “Kita akan kuliahkan sampai selesai bagi atlet yang bisa mendapatkan emas. Ini lebih menjamin masa depan mereka daripada reward uang tunai karena bisa cepat habis,” ujar Anas.
Sedangkan untuk atlet yang mampu memperoleh medali perak, bisa memperoleh pekerjaaan dengan mendaftar sebagai pegawai Pemkab Banyuwangi dengan status Tenaga Harian Lepas (THL).
Sementara itu dalam Porprov kali ini Banyuwangi mengikuti seluruh cabang olahraga yang dilombakan yakni sebanyak 35 cabor. Atlet yang terlibat sebanyak 425 orang. Untuk masuk sebagai 5 besar pemenang Porprov Banyuwangi harus meraih minimal 30 medali emas.
“Hasil evaluasi terakhir sudah ada 23 cabor yang kita proyeksikan bisa mendulang emas diantaranya tarung derajat, pencak silat, wushu, atletik, voli pantai, basket putri, dan judo. Melalui pemusatan latihan atlet Porprov ini, kita akan push lagi cabor-cabor yang bisa menghasilkan emas,” kata Ketua Koni Banyuwangi Bambang Wahyudi.
Melalui pemusatan pelatihan itu, ujar Bambang, para atlet tidak hanya bisa lebih fokus dalam menempa fisik sebagai modal lomba, tapi juga atlet mendapatkan motivasi untuk bisa bersemangat dalam mengikuti cabornya masing-masing. “Kita juga menyediakan psikolog untuk mendampingi atlet selama pelatihan berlangsung,” pungkasnya. (Humas & Protokol)
Langganan:
Postingan (Atom)






