12 Mei 2015

DANANG D'academy2 Banyuwangi Pulang Kampung

Danang, putra daerah yang sedang memperebutkan juara di ajang pencarian bakat di salah satu stasiun televisi swasta nasional pulang kampung, Sabtu malam kemarin (9/5). Kedatangannya ke kota kelahiran mendapat sambutan luar biasa dari warga Bumi Blamabangan.

 VIDEO Kanggo riko= https://www.youtube.com/watch?v=Te-fPCrfs6M

VIDEO Keramat= https://www.youtube.com/watch?v=ALbuSCCrIuU

Kabar Danang akan tampil di acara penutupan International Tour de Ijen Banyuwangi (ITdBI) langsung mendapat respons yang luar biasa dari masyarakat. Sekitar dua jam sebelum pemilik nama asli Pradana Dieva tersebut tampil di penutupan ITdBI, warga dari segala penjuru memadati Taman Blambangan.
Setelah ramah tamah di pendapa, Danang bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas diarak menuju Blambangan. Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di lapangan masyarakat saling berjubel untuk bisa menyaksikan putra kebanggaan daerah di atas panggung.
Hampir tidak ada ruang kosong di Taman Blambangan. Mulai dari  nak kecil hingga orang lanjut usia datang berdesakan. Seruan kagum bisa menyaksikan idola dengan mata telanjang tak hentinya terucap oleh masyarakat. “Senang sekali Danang bisa datang kesini. Selama ini hanya bisa nonton di tv,” ungkap Yanti, 39, warga Kalibaru.

VIDEO Kemerihannya=  https://www.youtube.com/watch?v=oh5e4l-J7A8


Danang hanya menyanyikan dua lagu, yakni lagu berjudul ”Keramat” dan lagu daerah. Meski cukup singkat, penampilan Danang membawa kesan bagi masyarakat yang belakangan ini mendukung perjuangan Danang melalui SMS “Bersyukur Danang bisa pulang. Pasti penggemarnya bertambah,” ujar Kusnoyo, warga Singojuruh. (radar)

10 Mei 2015

Tour de Banyuwangi Ijen 2015 Etape 4 Internasional

Pembalap Hongkong menangkan etape keempat ITdBI 2015
Pembalap HKSI Pro Cycling Team Chung Wing Leung memenangkan etape keempat Internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015. Dia berhasil menyelesaikan 114,4 kilometer dalam waktu 2 jam 27 menit 11 detik.

VIDEO= https://www.youtube.com/watch?v=y3aI2fJ247E

Pada posisi kedua diraih teman satu tim Leung, Burr Ho. Sedangkan posisi ketiga direbut oleh pembalap Skydive Dubai Pro Cycling Team Gusev Vladimir. Ketiga pembalap terdepan ini memasuki garis finish dengan waktu yang sama, hanya berbeda sepersekian detik.

Sedangkan pemenang etape ketiga ITdBI 2015, pembalap Singha Infinite Cycling Team Peter Pouly tidak berada jauh dari tiga. Karena dia hanya membuat jarak sekitar 17 detik. Walaupun begitu, secara akumulasi dia berhasil menjadi pemenang ITdBI 2015.

Ini membuktikan pernyataan Pouly yang akan mempertahankan gelarnya sebagai juara ITdBI 2014.

Sebelumnya, pembalap dari Prancis Peter Pouly (Singha Infinite Cycling) menjadi kandidat terkuat juara International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 yang hari ini, Sabtu (9/5/2015), memasuki etape keempat atau etape terakhir dengan menempuh jarak 109,5 kilometer dari Taman Bajulmati di kawasan Wongsorejo menuju Taman Blambangan di pusat kota Banyuwangi.

Peter Pouly saat ini masih memimpin klasemen umum (general classification) pembalap setelah kemenangannya dalam etape ketiga kemarin dengan menaklukkan tanjakan Gunung Ijen. Dalam tiga etape sejak Rabu (6/5), Pouly membukukan waktu 11 jam, 16 menit, dan 42 detik. Dia disusul oleh Benjamin Prades Reverter (Spanyol) dari Matrix Power Tag Team dengan selisih 2 menit dan 56 detik.

Di etape pamungkas hari ini, Sabtu (9/5), Peter Pouly hanya perlu finish hdalam rombongan besar untuk mengamankan gelar juara ITdBI. Gelar tersebut bakal membuatnya menjadi pebalap pertama yang back-to-back alias juara berturut-turut di International Tour de Banyuwangi Ijen karena Pouly juga merengkuh gelar juara umum pada tahun lalu.

Peter Pouly mengatakan, dia banyak didukung oleh pebalap lain di timnya. Para pebalap di timnya akan mengawal Pouly sepanjang rute flat. "Seperti di etape ketiga kemarin, saya dikawal oleh tim agar saya tak perlu banyak mengeluarkan tenaga di rute flat, sehingga bisa optimal di rute tanjakan. Etape keempat relatif flat, sehingga saya akan menjaga ketahanan sampai garis finish. Tanpa dukungan tim, kemenangan tak akan bisa kami raih," kata Pouly.

Hari ini, Pouly akan mengenakan yellow jersey sebagai tanda pemimpin lomba. Green jersey sebagai tanda raja sprint akan dikenakan Benjamin Prades yang merebutnya dari King Lok Cheung (Hong Kong). Sedangkan red and white jersey, simbol pebalap Indonesia terbaik, dikuasai oleh Dadi Suryadi dari Pegasus Continental Cycling Team.

08 Mei 2015

International Tour de Banyuwangi Ijen 2015 Etape 3,terekstrem

 Lomba balap sepeda "International Tour de Banyuwangi Ijen" 2015, Jumat (8/5), memasuki etape tiga yang dinilai terekstrem karena akan melewati tanjakan menuju Kawah Ijen dengan kemiringan hingga 45 derajat.

Chairman ITdBI Guntur Priambodo di Banyuwangi, Jawa Timur, mengatakan etape dari Muncar ke Kawah Ijen sejauh 123,5 KM ini dikenal sebagai etape "neraka" dan terekstrem di Asia karena medannya menanjak.

VIDEO= https://www.youtube.com/watch?v=pO-NkDMB-Kc


"Tanjakan menuju Gunung Ijen ini melampaui tanjakan di Genting Highland dalam Tour de Langkawi Malaysia yang berada di ketinggian sekitar 1.500 mdpl," katanya.

Etape ini akan dilalui para pebalap muai dari kawasan laut di Kecamatan Muncar dan berakhir di Paltuding, kaki Gunung Ijen. Mereka bakal beradu stamina di jalur ini, terutama di Lereng Erek-erek Gunung Ijen.

Para pebalap spesialis tanjakan (climber) diprediksi bakal merajai etape ketiga, salah satunya yang diunggulkan adalah pebalap Perancis Peter Pouly yang tergabung dalam Singha Infinite Team.

"Sesuai strategi tim kami, etape ketiga kami targetkan menang, karena tanjakan ke Gunung Ijen adalah kunci persaingan di tur ini," kata Pouly.

Pebalap Portugal Edgar Lemos Pinto, dari Skydive Dubai Pro Cycling Team yang memegang polka dot jersey (tanda penguasa tanjakan), mengaku kondisinya kurang begitu fit, namun ia siap bertarung habis-habisan di etape ini.

"Saya berlatih di Portugal kemudian ke Spanyol. Dari Spanyol saya langsung ke Indonesia. Saya sedikit mengalami jet lag. Tapi saya sudah adaptasi, juga sudah mempelajari rute tanjakan di Banyuwangi dari berbagai referensi," kata Pinto.


Pebalap berusia 29 tahunn ini akan menunjukkan kemampuan terbaiknya. "Saya akan berikan yang terbaik. Saya memiliki kemampuan menanjak yang lumayan untuk bisa bersaing," katanya.

07 Mei 2015

International Tour de Banyuwangi Ijen Etape Kedua Pembalap Spanyol meRebut


Pembalap Spanyol, Benjami Prades Reverter, dari Matrix Powertag Team merebut posisi pertama pada etape kedua International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015, Kamis (7/5/2015). Prades mengungguli pembalap Portugal, Edgar Lemos Pinto, dari Skydive Dubai Pro Cycling Team dan pembalap Perancis, Peter Pouly, dari Singha Infinite Cycling Team. Ketiga pembalap itu bersaing ketat dan sama-sama mencatatkan waktu 3 jam, 30 menit, dan 14 detik. Balapan berlangsung ketat, ketiga pembalap hanya dibedakan sepersekian detik.

VIDEO=  https://www.youtube.com/watch?v=XWMbNGF0jSg


"Balapan ini sangat ketat. Di tim kami sudah mengatur strategi untuk merebut etape kedua ini dengan memacu di awal lalu memanfaatkan turunan di daerah perkebunan untuk membuat jarak dengan pesaing," ujar Benjami Prades.

Peter Pouly yang merupakan juara ITdBI 2014 mengaku puas meski berada di peringkat ketiga pada etape kedua. "Hasil ini bikin kami bahagia karena kans untuk mempertahankan gelar juara semakin besar. Besok pada etape ketiga akan saya optimalkan karena merupakan rute ke Gunung Ijen yang sesuai spesialisasi saya sebagai seorang climber," ujarnya.


Pada etape kedua, dengan jalanan yang relatif datar pada awal etape membuat para pembalap langsung melakukan "breakaway". Sembilan pembalap memimpin di depan. Disusul lima lainnya dan rombongan besar. Namun, jaraknya sangat pendek, kurang dari 30 detik. Perlahan para pembalap di rombongan depan mulai memperlebar jarak. Mereka terus memimpin hingga intermediate pertama pada KM 39.4.

Pembalap Timnas Indonesia, Fatahillah Abdullah, sukses merebut sprint pertama. Disusul Jefri Irawan dari KFC Team, Chao Kai Chin dari Attaque Team Gusto Italia, dan Tonton Susanto. Selepas sprint pertama, komposisi pembalap di barisan terdepan belum berubah.

06 Mei 2015

Etape Pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 resmi dimulai

Pembalap Terbaik Asia Ancam Juara Bertahan asal Perancis di Tour de Banyuwangi Ijen

06-05-2015 BANYUWANGI – Hari ini, Rabu (6/5/2015), etape pertama International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2015 resmi dimulai. ITdBI tahun ini dijamin lebih seru dan kompetitif. Puncak tantangan mendaki kaki Gunung Ijen bakal ketat karena rute menuju gunung berapi aktif itu dibuat lebih pendek agar para pembalap lebih eksplosif saat mendaki tanjakan penentu kemenangan yang berada di ketinggian 1.871 meter di atas permukaan laut (mdpl).

VIDEO = https://www.youtube.com/watch?v=FBILxKg7OiM


Tahun lalu, etape Gunung Ijen juga ditempatkan pada etape ketiga. Namun, total jarak tempuhnya mencapai 200 km. Tahun ini, panjang jaraknya dipersingkat menjadi hanya 123,5 km. Tujuannya, para pembalap lebih habis-habisan mendaki tanjakan level hors categorie (kategori tertinggi tanjakan di balap sepeda) tersebut.
Dengan rute yang lebih pendek, tenaga para pembalap tidak akan habis di jalur datar menuju Ijen. Dengan begitu, tenaga mereka masih besar saat harus melahap tanjakan yang disebut sebagai salah satu yang terekstrem di Asia itu. “Pada Tour de Banyuwangi Ijen tahun lalu, para pembalap akan mengatur speed sebelum mendaki Gunung Ijen karena takut kehabisan tenaga saat mendaki. Sekarang itu tidak ada lagi. Mereka mendaki Ijen dengan kekuatan besar. Pemenangnya adalah mereka yang memiliki power besar, bukan endurance,” kata pelatih berlisensi UCI (Persatuan Balap Sepeda Internasional) Puspita Mustika.
Tiga etape lainnya tidak kalah seru. Dua etape melintasi tanjakan turun naik alias rolling. Dengan demikian, balapan tidak hanya milik penakluk tanjakan (climber) murni. “Climber juga harus memiliki sprint power, jadi tahun ini menuntut kualitas pembalap dari sisi kecepatan dan ketahanan,” katanya.

Etape pertama, misalnya. Di jalur sepanjang 167 km tersebut akan ada dua tanjakan kategori tiga yang berdampingan di kilometer 100. Begitu juga di etape kedua di mana dua tanjakan kategori empat dan dua berada di ujung balapan. Sementara itu, balapan di etape keempat sepenuhnya flat karena selain parade para sprinter juga parade pembalap yang hampir pasti mengunci gelar.
Balapan tahun ini diikuti 100 pembalap dari 25 negara. Di antaranya, Prancis, Belanda, Kolombia, Kanada, Amerika Serikat, Jerman, Italia, Jepang, Singapura, Thailand, Iran, Spanyol, Filipina, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Tiongkok, Thailand, Selandia Baru, Rusia, Portugal, Taiwan, Uni Emirat Arab, Uzbekistan.
Mereka tergabung ke dalam 20 tim yang terdiri atas 14 tim luar negeri (termasuk continental team) dan 6 tim dalam negeri. Tim continental yang akan berkompetisi di ajang ini di antaranya adalah Tabriz Shadari Team (Iran), Matrix Powertag (Jepang), Singha Infinite Cycling Team (Thailand), NSC Sycling Team (Malaysia), Pegasus Continental Cycling (Indonesia), dan Team 7 Eleven Road Bike Philippines (Filipina).
Untuk kategori juara umum (general classification), juara bertahan Peter Pouly menjadi unggulan utama. Pembalap Perancis yang tergabung dalam tim balap sepeda dari Thailand itu tahun lalu menaklukkan tanjakan Ijen untuk mengklaim gelar pertamanya di ITdBI. Sebagai pembalap yang lama tinggal di Negeri Gajah Putih tersebut, Pouly tidak bakal kesulitan dengan cuaca di Banyuwangi. Apalagi, dia mengenal betul tanjakan Ijen.

Meskipun begitu, bukan berarti dia tanpa saingan. Beberapa pembalap siap mengganggu upayanya mempertahankan gelar. Saingan terberat adalah Hossein Alizadeh dari Tabriz Shandari Team. Pembalap Iran 27 tahun tersebut bertipe climber murni. Dia adalah juara Tour de East Java pada 2010.
Dia juga tampil kompetitif saat balapan di dataran tinggi Tour of Qinghai Lake di Tiongkok dengan meraih posisi ke-9 di general classification. Prestasi Alizadeh semakin cemerlang ketika di Tour Qinghai Lake 2012 dia memborong dua kategori langsung, yaitu kategori tanjakan (King of Mountain) dan kategori pembalap Asia. Dua prestasi besar itu membuatnya ditahbiskan UCI sebagai pembalap ranking satu Asia.
Alizadeh bakal berusaha kembali mengibarkan bendera Iran di setelah tahun lalu kekuasaan mereka di ITdBI 2013 direbut Pouly yang berasal dari Prancis. Seperti diketahui, juara ITdBI 2013 adalah pembalap Tabriz Petrochemical Mirsamad Pourseyedigolakhour yang juga dari Iran.
Sementara itu, untuk kategori red and white jersey alias kategori pembalap Indonesia, Bambang Suryadi sebagai juara bertahan bakal memperkuat BRCC United Bike Banyuwangi. Namun, dia akan mendapat perlawanan keras dari raja tanjakan Indonesia Tonton Susanto dan pembalap muda Aiman Cahyadi.
Tonton tampil bersama timnas balap sepeda Indonesia. Sementara itu, Aiman tampil bersama Pegasus Continental Cycling Team. Dua pembalap beda generasi dengan kemampuan climbing yang luar biasa itu akan saling bunuh untuk meraih