10 Maret 2014

INDRA SJAFRI REKRUT STRIKER PERSEWANGI

Pelatih timnas U-19 Indra Syafri tertarik dengan seorang striker muda Persewangi Banyuwangi. Dia adalah Sukarno Andi Wijaya (19) yang akan diberi kesempatan untuk mengikuti seleksi masuk timnas.

Remaja asal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi itu dilirik Indra karena dianggap miliki potensi yang bisa diolah lebih baik.

Terlebih lagi aksi remaja yang akrab disapa Andi itu tampil impresif dalam pertandingan, terutama saat babak kedua laga uji coba di Stadion Diponegoro, Senin (3/03/2014) petang WIB.

Andi merupakan salah satu dari dua striker yang digaet Indra Sjafri dalam rangkian Tur Nusantara timnas U-19. Satu striker lainnnya adalah pemain dari Yogyakarta.

"Yang kita lihat bagus selama tur nusantara Jawa itu ada striker satu di sini (Banyuwangi) dan satu di Jogja. Dia bisa masuk tapi kalau dia bisa lebih bagus," jelas Indra.

Ditemui usai jumpa pers, Andi mengungkapkan kebanggaannya saat diumumkan bisa menjadi satu satunya wakil dari Jatim untuk ikuti seleksi Timnas U-19. Andi meyakini daya juang serta semangat yang dia miliki akan buahkan hasil terbaik yang kelak akan dia persembahkan untuk orang tua dan kota kelahirannya, Banyuwangi.

"Saya bangga jadi anak banyuwangi yang ikut seleksi Timnas u-19. Saya berjanji lakukan yang terbaik, bahagiakan orang tua dan banggakan Banyuwangi. Yang penting saya optimis, lakukan yang terbaik," ujar Andi kepada DetikSport dengan bersemangat.

SYAHARANI JATUH CINTA DENGAN GANDRUNG DAN SUKA NASI TEMPONG

SYAHARANI JATUH CINTA DENGAN GANDRUNG DAN SUKA NASI TEMPONG
Syaharani terkagum-kagum dengan kesenian tradisional Banyuwangi, Jawa Timur. Ia bahkan sampai menitikkan air mata ketika menyaksikannya langsung dengan mata kepalanya sendiri pertunjukan Gandrung.
Pertunjukan itu, dibalut tarian dan nyanyian yang sangat khas. Cara menyanyinya pun memiliki cengkok dan pola berbeda dari teknik vokal pada umumnya.
- See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/syaharani-jatuh-cinta-dengan-gandrung.html#sthash.vUyi20v0.dpuf
Syaharani terkagum-kagum dengan kesenian tradisional Banyuwangi, Jawa Timur. Ia bahkan sampai menitikkan air mata ketika menyaksikannya langsung dengan mata kepalanya sendiri pertunjukan Gandrung.
Pertunjukan itu, dibalut tarian dan nyanyian yang sangat khas. Cara menyanyinya pun memiliki cengkok dan pola berbeda dari teknik vokal pada umumnya.
- See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/syaharani-jatuh-cinta-dengan-gandrung.html#sthash.vUyi20v0.dpuf
 SYAHARANI JATUH CINTA DENGAN GANDRUNG DAN SUKA NASI TEMPONG
Written By Banyuwangi Bagus on 08 Maret 2014 | 22.09
Syaharani terkagum-kagum dengan kesenian tradisional Banyuwangi, Jawa Timur. Ia bahkan sampai menitikkan air mata ketika menyaksikannya langsung dengan mata kepalanya sendiri pertunjukan Gandrung.
Pertunjukan itu, dibalut tarian dan nyanyian yang sangat khas. Cara menyanyinya pun memiliki cengkok dan pola berbeda dari teknik vokal pada umumnya.

"Aku sampai nangis karena tidak bisa melakukannya," ucapnya, Sabtu, (8/3/2014), di Senayan, Jakarta.
Dan, yang membuat tambah kagum ternyata masyarakat Banyuwangi masih meminatinya. Padahal, zaman sekarang segala hal yang berkaitan dengan pertunjukan tradisional mulai ditinggalkan penontonnya. Kesenian itu tergerus oleh budaya pop yang mengglobal.

"Mereka memberikan perhatian yang gede banget terhadap Gandrung. Bukan main itu. Local star-nya juga benar-benar ada dan ditunggu-tunggu banyak orang," ucapnya.

Berbeda dengan di Jakarta. Seandainya ada pertunjukan tradisional biasanya hanya sebagai pemanis. Bukan menjadi pertunjukan utama. Itu pun, sepengetahuannya, tidak banyak orang yang menyaksikan.

"Tapi, di sini (Banyuwangi) bukan main," tandasnya.

BIKIN VIDEO KLIP DI Banyuwangi
Syaharani baru saja datang ke Banyuwangi bersama teman-teman bandnya, Syaharani and Queen Fireworks (ESQI:FI) untuk menikmati keindahan alam serta budayanya.

Keberadaan mereka di sana juga dalam rangka pembuatan video klip (mereka lebih suka menyebut video trip) lagu berjudul "Morning Coffe", single pertama album "Selalu Ada Cinta".

Selama dua hari mereka mengunjungi sejumlah tempat, mulai dari menikmati keindahan senjakala di dataran rendah Pantai Klengkung dan Pantai Pulau Merah. "Full sunset, matahari jatuh ke laut. Itu bagus banget," ucapnya, (8/3/2014), di Senayan, Jakarta.

"Saya seumur-umur di Jawa Timur, belum pernah ke Banyuwangi. Ternyata banyak sekali pemandangan yang bagus. Mereka punya pantai yang very nice, Pulau Merah, ada pasir yang seperti tepung, kalau diinjak kaya refleksi," kenangnya.

Perjalanan mereka kemudian dilanjutkan ke dataran tinggi Kawah Ijen. Mereka menginap di rumah penduduk. Bersentuhan langsung dengan budaya serta kearifan lokal. Mereka menyantap makanan khas, yang belum pernah dikonsumsi sebelumnya.

Ia menuturkan orang Banyuwangi full fusion. Makanannya unik-unik. Mereka suka mencampurkan dua jenis makanan yang berbeda. Ada makanan rujak dicampur soto. Ada juga pecel dimakan pakai rawon.
"Yang menarik, makanan itu dijajakan di warung-warung. Mereka tuh fusion banget. Aku juga suka makan nasi tempong. Kalau makan sambalnya tuh enak banget," ucapnya.


Syaharani terkagum-kagum dengan kesenian tradisional Banyuwangi, Jawa Timur. Ia bahkan sampai menitikkan air mata ketika menyaksikannya langsung dengan mata kepalanya sendiri pertunjukan Gandrung.
Pertunjukan itu, dibalut tarian dan nyanyian yang sangat khas. Cara menyanyinya pun memiliki cengkok dan pola berbeda dari teknik vokal pada umumnya.
- See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/syaharani-jatuh-cinta-dengan-gandrung.html#sthash.vUyi20v0.dpuf
SYAHARANI JATUH CINTA DENGAN GANDRUNG DAN SUKA NASI TEMPONG - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/syaharani-jatuh-cinta-dengan-gandrung.html#sthash.VxRClXox.dpuf

BANYUWANGI USULKAN DOUBLE TRACK DAN JLS

Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi, Banyuwangi Usulkan Double Track dan JLS

Surabaya - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur.

"Double track ini kan bukan hanya untuk Banyuwangi saja, tapi juga kawasan tapal kuda (Pasuruan, Probolinggo, Situbondo, Jember, Bondowoso)," kata Anas kepada wartawan di sela acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Provinsi Jawa Timur di Grand City Surabaya, Kamis (6/3/2014).

Ia menerangkan, misi dari Gubernur Jatim pada musrenbang diantaranya connectifty antar daerah, maka pihaknya mengusulkan agar segera dibangun double track dan JLS.

"Kalau dilihat dari jumlah pertumbuhan penduduk, rata-rata per tahun sekitar 1 juta jiwa, maka 5 tahun ke depan akan ada penambahan sekitar 5 juta penduduk," tuturnya.

"Nah sementara dari Banyuwangi ke timur itu ada sekitar 11 juta penduduk, maka itu tentu membutuhkan connectifity yang lebih efisien," terangnya.

Ia menambahkan, target Gubernur Jatim ke depan yakni di sektor perdagangan menyumbang 50 persen dari total nasional. Menurutnya, pilihannya harus ada ekspansi di titik-titik di kawasan produktif, salah satunya kawasan industri dan lain-lainnya.

"Maka kalau itu yang akan ditarget, menurut saya dalam jangka pendek harus secepatnya dibangun double track. Meskipun di Banyuwangi, katakanlah ada 5 operator dalam kurun waktu 3-4 tahun ke depan, tidak akan mencukupi mengangkut orang yang hadir di sana," ujarnya.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengusulkan pembangunan jalur ganda rel kereta api (double track) dan Jalur Lintas Selatan (JLS), untuk membantu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi dan kawasan Tapal Kuda di Jawa Timur. - See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/banyuwangi-usulkan-double-track-dan-jls.html#sthash.KNV0EY0O.dpuf
BANYUWANGI USULKAN DOUBLE TRACK DAN JLS
BANYUWANGI USULKAN DOUBLE TRACK DAN JLS
BANYUWANGI USULKAN DOUBLE TRACK DAN JLS
BANYUWANGI USULKAN DOUBLE TRACK DAN JLS
BANYUWANGI USULKAN DOUBLE TRACK DAN JLS

PEMBANGUNAN TOL PROBOLINGGO-BANYUWANGI DIMULAI 2015

Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Dimulai 2015

 Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Agus Siswanto, mengatakan bahwa tahapan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi akan dimulai 2015 mendatang. "Tahun depan Kementerian Pekerjaan Umum mulai melakukan studi kajian," kata Agus kepada Tempo, Jumat 7 Maret 2014.

Menurut Agus, pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi itu sudah masuk Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional dan RTRW Provinsi Jawa Timur. Realisasi jalan tol ini sebelumnya ditargetkan pada 2010 lalu, namun molor karena terkendala harga lahan. Dia berharap supaya pembangunan jalan tol itu dipercepat karena tingginya beban kendaraan di jalur pantura Probolinggo-Banyuwangi.

Jalan tol tersebut, kata dia, akan meramaikan Pelabuhan Tanjung Wangi yang diproyeksikan menjadi pelabuhan ekspor-impor. Apalagi pemerintah Banyuwangi akan membangun kawasan industri terpadu di dekat jalur pantura tersebut. "Jalan tol akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi," kata dia.

Jalan tol sepanjang 156 kilometer ini melewati tiga kabupaten, yakni Probolinggo sepanjang 26 kilometer, Situbondo 103 kilometer, dan Banyuwangi 27 kilometer. Pembebasan lahan untuk jalan tol di tiga kabupaten ini direncanakan seluas total 1.325 hektare. Rinciannya sebanyak 434 hektare lahan permukiman, sawah 197 hektare, dan perkebunan 694 hektare.

Sesuai dengan data Kementerian Pekerjaan Umum di Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol ini sebesar Rp 6,7 triliun. Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ini menjadi kelanjutan pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo, melalui jalur pantai utara atau pantura. Di Banyuwangi, jalan tol ini direncanakan akan berakhir di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Agus Siswanto, mengatakan bahwa tahapan pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi akan dimulai 2015 mendatang. "Tahun depan Kementerian Pekerjaan Umum mulai melakukan studi kajian," kata Agus, Jumat 7 Maret 2014.

Menurut Agus, pembangunan tol Probolinggo-Banyuwangi itu sudah masuk Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Nasional dan RTRW Provinsi Jawa Timur. Realisasi jalan tol ini sebelumnya ditargetkan pada 2010 lalu, namun molor karena terkendala harga lahan. Dia berharap supaya pembangunan jalan tol itu dipercepat karena tingginya beban kendaraan di jalur pantura Probolinggo-Banyuwangi.

Jalan tol tersebut, kata dia, akan meramaikan Pelabuhan Tanjung Wangi yang diproyeksikan menjadi pelabuhan ekspor-impor. Apalagi pemerintah Banyuwangi akan membangun kawasan industri terpadu di dekat jalur pantura tersebut. "Jalan tol akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi," kata dia.

Jalan tol sepanjang 156 kilometer ini melewati tiga kabupaten, yakni Probolinggo sepanjang 26 kilometer, Situbondo 103 kilometer, dan Banyuwangi 27 kilometer. Pembebasan lahan untuk jalan tol di tiga kabupaten ini direncanakan seluas total 1.325 hektare. Rinciannya sebanyak 434 hektare lahan permukiman, sawah 197 hektare, dan perkebunan 694 hektare.

Sesuai dengan data Kementerian Pekerjaan Umum di Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan tol ini sebesar Rp 6,7 triliun. Jalan tol Probolinggo-Banyuwangi ini menjadi kelanjutan pembangunan jalan tol Pasuruan-Probolinggo, melalui jalur pantai utara atau pantura. Di Banyuwangi, jalan tol ini direncanakan akan berakhir di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.
- See more at: http://www.banyuwangi.us/2014/03/pembangunan-tol-probolinggo-banyuwangi.html#sthash.o2B0OmPQ.dpuf

26 Februari 2014

3 Maret, Persewangi Jajal Timnas U-19

3 Maret, Persewangi Jajal Timnas U-19

"Timnas U-19 tiba di Banyuwangi pada 2 Maret, kemudian 3 Maret mereka akan tanding melawan Persewangi," kata Ahmad Khairullah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banyuwangi, Jumat (21/2/2014).
Keputusan Badan Tim Nasional (BTN) meloloskan Banyuwangi, sebagai lokasi ujicoba Timnas U-19 cukup melegakan Khairullah. Maklum, beberapa hari sebelumnya, tim survei BTN menilai kondisi lapangan Stadion Diponegoro tidak layak.
Syafuddin Alamsyah, Seketaris BTN yang meninjau kondisi stadion menilai lapangan tidak rata, dan kondisi rumput masih belum layak. Selain itu Alamsyah menyebut, fasilitas ruang ganti pemain juga belum standar. "Ini sangat melegakan, hadirnya timnas akan memicu pemain-pemain Persewangi. Terlebih timnas juga sedang berburu pemain depan, siapa tahu akan ada bibit pesepakbola dari Banyuwangi yang masuk timnas," kata Khairullah.
Pelatih Persewangi Bagon Iswahyudi memastikan, timnya siap meladeni Timnas U-19.  Pada pertandingan nanti, Persewangi akan menurunkan tim campuran, yakni junior dan senior. "Tapi akan lebih banyak pemain dari tim U-21 yang tampil," kata Bagong.
Bagong menambahkan, menghadapi timnas U-19 Persewangi tidak akan mematok target muluk-muluk. Bagong hanya berharap, pemain bisa bermain lepas dan menunjukkan permainan yang bagus agar bisa menjadi sparing yang baik bagi timnas. "Bisa menahan seri saja sudah bagus. Tapi yang terpenting tampil baik dan memetik pelajaran dari pertandingan nanti," ucapnya.